Tugas Mengarang SD Ajang Latihan Menulis Deskripsi

Setiap hendak liburan, guru SD saya sering kali memberikan tugas mengarang, yang akan dikumpulkan saat aktivitas sekolah kembali berjalan.

Perintahnya sederhana, saya dan teman-teman lain diminta untuk menuliskan pengalaman selama liburan.

BACA JUGA: 5 Jenis Karangan dari 4 Referensi

Menurut saya, tugas mengarang memang sudah semestinya diberikan sejak SD. Sebab, menulis bisa mengasah kemampuan seseorang, misalnya membuat pikiran lebih fokus, mampu memetakan permasalahan, belajar menemukan solusi, dan sebagainya.

Meski begitu, saat saya SD, hal unik muncul ketika waktu pengumpulan tugas mengarang tiba. Keunikan itu tampak dari tema karangan yang dikumpulkan. Mayoritas karangan yang dikumpulkan para siswa, memiliki tema Berlibur ke Rumah Nenek di Desa.

Itu keunikan pertama. Keunikan kedua adalah keunikan pertama berulang. Bingung?

Maksudnya seperti ini, saat tugas mengarang kembali diberikan jelang liburan di semester berikutnya, atau di tahun selanjutnya setelah siswa naik kelas, tema karangan yang dikumpulkan mayoritas tetap sama, yakni Berlibur ke Rumah Nenek di Desa.

Saat itu, saya pun membuat karangan dengan tema serupa, usai liburan. Dan, tema itu kembali saya tulis, setelah liburan-liburan berikutnya. Kenapa saya melakukan hal itu?

Sebab, banyak orang yang lebih tua menyarankan saya membuat karangan dengan tema itu. Mereka mengatakan, tugas seperti itu telah ada pada zaman mereka. Dan, mereka pun membuat karangan dengan tema serupa, ketika diberikan tugas mengarang.

Saya pun mengambil kesimpulan, tema karangan Berlibur ke Rumah Nenek di Desa telah menjadi semacam tradisi, yang ditulis siswa saat diberikan tugas mengarang tentang liburan.

Saat itu, saya membuat karangan hanya untuk memenuhi kewajiban menyelesaikan tugas. Alhasil, meski sudah berkali-kali menulis hal serupa, tulisan saya tak jua menjadi baik.

Hingga kemudian, saya merasa menyesal. Hal itu terjadi saat saya menyadari bahwa tema Berlibur ke Rumah Nenek di Desa merupakan tema yang baik untuk berlatih menulis deskripsi. Dan, saya mengabaikan hal itu selama ini.

Melalui artikel ini, saya akan mencoba memaparkan cara berlatih menulis deskripsi, dengan tema Berlibur ke Rumah Nenek di Desa.

Mungkin, tidak semua orang memiliki pengalaman sesuai tema tersebut. Meski begitu, menurut saya, hal itu tidak akan berpengaruh signifikan. Sebab, Anda cukup menerapkan metode pelatihan yang serupa, dan menyesuaikan dengan tugas mengarang yang Anda kumpulkan saat SD.

Berhubung tema Berlibur ke Rumah Nenek di Desa mampu menghasilkan satu buku jika dijadikan tulisan panjang, saya hanya akan membuat contoh dari beberapa bagian. Meski begitu, harapan saya, hal itu tidak mengurangi esensi dari latihan menulis deskripsi.

Coretan Tugas Mengarang

Sebelum membahas latihan menulis deskripsi, saya akan terlebih dahulu meninjau kembali tugas mengarang yang saya buat saat SD. Khususnya, alur cerita yang dibuat.

Saat SD, saya mengerjakan tugas mengarang dengan alur yang khas. Alur itu diawali dengan perkenalan, yang meliputi diri sendiri serta anggota keluarga lain, seperti ayah, ibu, adik, dan kakak.

BACA JUGA: Judul Menarik, Perhatikan Kata Kunci dan Pendek

Setelah perkenalan, saya akan menceritakan kondisi perjalanan. Biasanya, kondisi yang saya paparkan berupa pemandangan pedesaan, dengan gunung dan sawah yang menghias.

Hingga akhirnya, alur cerita berakhir saat saya bertemu nenek. Meski pada beberapa kesempatan, saya mengakhiri alur dengan kegiatan di rumah nenek.

Dari alur tersebut, saya bisa menulis 300-400 kata, atau sekitar satu lembar halaman, dengan tulisan tangan.

Tentu, jumlah itu masih sangat minim bila dibandingkan dengan alur yang dibuat. Apalagi jika, si penulis menerapkan teknis menulis deskripsi.

Memulai Teknik Deskripsi

Secara sederhana, deskripsi merupakan salah satu jenis karangan, yang mengajak pembaca seolah berada dalam cerita. Hal itu dilakukan dengan memberikan pemaparan secara detail. Sehingga umumnya, karangan deskripsi menghasilkan tulisan-tulisan panjang.

Tentu, tulisan semacam itu akan lebih menarik untuk dibaca.

Pengamatan merupakan kunci untuk menghasilkan tulisan deskripsi. Pengamatan bisa dilakukan melalui lima indra. Meski umumnya, indra penglihatan memiliki peran paling banyak.

Untuk menulis ulang karangan bertema Berlibur ke Rumah Nenek di Desa, saya pun membawa kembali memori, saat saya benar-benar melakukan perjalanan ke rumah nenek di desa. Saya berusaha mengingat lagi hal apa saja yang saya lihat, selama perjalanan tersebut.

Saya mencoba mengingat secara detail, setiap pemandangan yang saya lihat. Sebab, mengingatkan sekali lagi, kata kunci untuk menghasilkan tulisan deskripsi adalah detail.

BACA JUGA: Malaysia dan Kisah Paha di Balik Sarung

Seperti saya jelaskan di atas, saya hanya memberikan contoh di beberapa bagian dari alur tulisan bertema Berlibur ke Rumah Nenek di Desa. Dalam hal ini, saya coba memberikan contoh pada salah satu titik di kondisi perjalanan. Yaitu, titik di mana saya melihat pemandangan desa.

Saat saya masih SD, untuk menggambarkan pemandangan desa, saya menulis kira-kira seperti ini.

Sepanjang perjalanan, gunung dan sawah menjadi pemandangan yang menghampar. Ada pula sungai yang airnya mengalir bening.

Udara desa terasa sejuk. Orang-orangnya selalu tersenyum dan ramah saat menyapa. Mobil saya pun melaju perlahan menikmati seluruh suasana itu.

Demikian, sedikit penggalan cerita yang saya buat saat masih SD. Dengan pemaparan seperti itu, pembaca baru mendapatkan sedikit informasi. Lantaran, jumlah kata yang minim dalam tulisan tersebut.

Meski begitu, banyak penulis pemula terkadang bingung untuk membuat tulisan panjang. Padahal, kunci untuk membuat tulisan panjang hanya berupa pemaparan detail.

Misalnya, kalimat pertama contoh di atas. Pemaparan detail bisa membuat pemandangan gunung dan sawah menjadi lebih “hidup”. Saya mencoba menuliskannya sebagai berikut.

Saat memasuki desa, kami disambut dengan pemandangan gunung yang menjulang, hingga menembus awan di langit. Pemandangan menakjubkan itu terlihat di sisi kiri kami. Di kaki gunung, hamparan sawah tampak menguning. Menyerupai sebuah tangga, petak-petak sawah dibuat punden berundak.

Di tengah setiap petak, sebuah boneka menyerupai manusia berdiri. Boneka itu memakai baju manusia. Tak lupa, topi di atas kepala. Para petani menyebut boneka itu sebagai orang-orangan sawah.

Para petani sengaja menaruh orang-orangan sawah.  Hal itu bertujuan untuk mengusir burung maupun hama lainnya, supaya tidak memakan bulir padi yang mulai menguning.

Waktu menunjukkan pukul 05.30 Wib, saat kami mulai memasuki desa. Para petani tampak mulai menapaki sawah. Mereka terlihat berjalan tanpa alas kaki, melewati pematang sawah dengan lihai. Padahal, pagi itu mentari belum bersinar terang. Sementara, sawah tak dilengkapi dengan penerangan.

Empat paragraf di atas memiliki 129 kata, atau hampir setengah dari jumlah kata dalam tugas mengarang yang saya buat saat SD. Padahal, empat paragraf di atas baru menguraikan satu kalimat yang saya buat ketika SD.

Tentu jika setiap kalimat dalam tugas mengarang yang saya buat saat SD dikembangkan lagi semua, saya bisa membuat tulisan panjang, dengan cerita yang lebih detail.

BACA JUGA: Bikin Tulisan Panjang, Jangan Gunakan Kata Sifat

Karena ini sebenarnya merupakan penulisan ulang, dari tugas karangan yang Anda buat saat SD, memori Anda saat melakukan liburan ketika itu, akan sangat dibutuhkan. Sehingga, Anda perlu mencoba semaksimal mungkin mengingat lagi, hal-hal apa saja yang Anda alami, tetapi masih luput dari pengamatan Anda.

Secara sederhana, pola latihan akan berlangsung seperti ini.

  1. Anda mengingat tugas mengarang usai liburan yang telah Anda buat saat SD. Ingatan ini hanya sebagai stimulus untuk menentukan tema tulisan yang akan dibuat.
  2. Anda perlu mengingat kembali liburan yang Anda lakukan, yang menjadi bahan tulisan tugas mengarang. Anda harus mengingat hal tersebut secara detail. Sebab, tulisan baru yang akan dibuat berbentuk deskripsi.
  3. Anda membuat tulisan deskripsi, yang lebih detail dibandingkan saat Anda menyelesaikan tugas mengarang saat SD.

Materi dalam artikel ini merupakan salah satu upaya untuk mengajak pembaca berlatih menulis deskripsi, dengan bahan yang sebenarnya dimiliki. Atau bisa dikatakan, latihan dalam artikel ini merupakan bentuk revisi dari tulisan yang pernah dibuat, saat menyelesaikan tugas mengarang ketika SD. Selamat mencoba.

tugas mengarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *