Teknik Menulis Deskripsi, Berlatih dengan Mata

Teknik menulis deskripsi mampu menyampaikan pesan secara terperinci. Meski begitu, rincian-rincian yang tertulis sebenarnya tergantung pada pengamatan penulis.

Pada artikel sebelumnya, saya telah menjelaskan keunggulan teknik menulis deskripsi. Jika Anda belum mengetahui keunggulan teknik menulis deskripsi, silakan baca Bikin Tulisan Panjang, Jangan Gunakan Kata Sifat.

Pada artikel ini, saya akan menjabarkan cara berlatih menulis deskripsi. Seperti saya sebutkan sebelumnya, pengamatan penulis sangat penting untuk menghasilkan tulisan deskriptif.

Karena itu, selain menulis, latihan yang perlu dilakukan untuk mendalami teknis menulis deskripsi, adalah mengamati.

Berlatih dengan Mata

Untuk berlatih teknik menulis deskripsi, Anda perlu membuka mata lebar-lebar. Pengamatan yang Anda lakukan akan menentukan seberapa detail tulisan yang Anda buat.

Sebagai latihan awalan, Anda bisa belajar mendeskripsikan foto wajah seorang artis. Anda bisa membuat uraian rinci tentang wajah artis tersebut, berdasarkan penglihatan Anda.

Uraian rinci bisa berupa warna rambut, panjang rambut, bentuk alis, warna alis, warna bola mata, bentuk bibir, bentuk hidung, bentuk dagu, dan sebagainya.

Anda cukup menjabarkan dengan kalimat-kalimat singkat. Saya akan coba contohkan dengan paragraf di bawah ini.

Wanita itu tersenyum. Bibirnya merah merekah. Dua lesung pipinya pun terlihat. Matanya sedikit tertutup saat ia tersenyum.

Satu paragraf itu baru menjelaskan sedikit dari bentuk wajah. Anda tentu bisa menuliskannya lebih detail.

Jika sudah khatam belajar mendeskripsikan wajah, latihan selanjutnya adalah mendeskripsikan ruang.

Anda bisa mencobanya dengan duduk di dalam kamar Anda. Selanjutnya, Anda bisa merinci barang-barang yang Anda lihat, dengan menggunakan teknik menulis deskripsi.

BACA JUGA: Selesai Menulis, Jangan Lupakan Swasunting

Saya akan coba contohkan dengan paragraf di bawah ini.

Kamar saya berukuran 3×3 meterpersegi. Sebuah lemari setinggi dua meter terletak di pojok kamar. Sebuah meja belajar berada di sebelah kiri lemari. Di depan keduanya, sebuah kasur busa tergeletak tanpa tempat tidur.

Kedua latihan teknis menulis deskripsi di atas, yaitu belajar dengan menggunakan foto wajah dan ruang, merupakan teknik dasar.

Pada latihan pertama, Anda belajar mendeskripsikan makhluk hidup. Sedangkan pada latihan kedua, Anda belajar mendeskripsikan benda mati.

Usai menguasai dua latihan itu, Anda bisa berlatih teknik menulis deskripsi dengan mengolaborasikan keduanya.

Caranya, Anda bisa pergi ke luar rumah. Misalnya, Anda duduk di simpang empat lampu lalu lintas.

Di tempat tersebut, Anda bisa mulai mendeskripsikan peristiwa yang terjadi. Salah satunya, pergerakan arus lalu lintas.

Kali ini, latihan Anda mengalami peningkatan. Anda tidak sekadar mendeskripsikan wajah dalam foto. Anda juga dituntut menjabarkan pergerakan orang yang terjadi.

Begitu pula, deskripsi kendaraan bermotor (ranmor) yang ada. Anda tidak sekadar mendeskripsikan benda mati, seperti yang dilakukan sebelumnya, saat duduk di dalam kamar. Berbagai pergerakan ranmor yang Anda amati, perlu dijabarkan.

Teknik Menulis Deskripsi dengan Empat Indra Lain

Teknis menulis deskripsi sebenarnya bisa dilakukan dengan memfungsikan kelima indra atau pancaindra. Meski begitu, umumnya, indra penglihatan lebih banyak digunakan.

Tetapi pada beberapa hal, penggunaan indra lebih dari satu terkadang diperlukan, untuk menghasilkan sebuah tulisan.

Misalkan, tulisan yang mengulas sebuah konser musik. Deskripsi pemandangan yang terjadi selama konser, tentu menarik.

Tetapi, tulisan tersebut akan terasa hambar, apabila lantunan lagu yang dinyanyikan sang artis di atas panggung, tidak dituliskan.

Maka, dalam melakukan pengamatan saat konser musik, selain indra penglihatan, indra pendengaran juga diperlukan.

BACA JUGA: Belajar Menulis dengan Bicara

Penulis bisa mendeskripsikan suara yang ia dengar. Misalnya, tinggi atau rendah nada sang vokalis saat awal lagu, pertengahan lagu, atau akhir lagu. Suara alat musik, penonton, dan sebagainya.

Serupa dengan indra penglihatan dan pendengaran, penulis juga bisa memanfaatkan indra pencium, pengecap, dan perasa dalam menerapkan teknik menulis deskripsi. Selamat mencoba.

teknik menulis deskripsi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment