Tahap Pembuatan Skenario Film (2)

Posted on Film 387

Sebagai proses paling awal dari perjalanan panjang menciptakan sebuah film, tahap pembuatan skenario film tentu perlu mendapat perhatian khusus. Artikel ini akan melanjutkan tulisan sebelumnya yang berjudul Tahap Pembuatan Skenario Film (1).

Pada artikel sebelumnya, pembahasan berlangsung pada tiga tahap awal tahap pembuatan skenario film, yakni penemuan ide, pengembangan ide menjadi sinopsis, dan karakterisasi. Maka pada artikel ini, pembahasan akan berlangsung pada dua tahap berikutnya. Yaitu, pengembangan sinopsis menjadi scene plot atau treatment dan pengembangan plot menjadi adegan lengkap.

Sebelum lebih jauh, saya jelaskan bahwa isi dalam artikel ini berasal dari Pelatihan Penulisan Naskah Film. Acara yang diselenggarakan Universitas Bandar Lampung (UBL) itu berlangsung pada 26 November 2008. Adapun, pemateri dalam Pelatihan Penulisan Naskah Film tersebut adalah Jujur Prananto.

Menurut Jujur Prananto, pekerjaan teknis penulisan skenario sesungguhnya dimulai pada tahap pembuatan scene plot atau treatment. Scene plot adalah proses pengembangan sinopsis menjadi rangkaian adegan yang berurutan. Meski begitu, penjelasan setiap adegan baru sebatas dituangkan dalam beberapa kalimat.

Dalam scene plot, urutan adegan dalam film sudah ditetapkan. “Film sepantasnya dibuka dengan adegan apa, kemudian adegan apa, berikutnya lagi adegan apa, dan seterusnya dan seterusnya, sampai kita menentukan film yang akan kita buat, pantasnya ditutup dengan adegan apa,” terang Jujur Prananto.

BACA JUGA: Persiapan Sebelum Menulis, Ciptakan Suasana Nyaman

Dalam Pelatihan Penulisan Naskah Film, Jujur Prananto pun memberikan tips untuk belajar cara membuat scene plot atau treatment. Cara paling menyenangkan untuk belajar scene plot, kata Jujur Prananto, adalah dengan cara menonton film-film yang secara umum dianggap bagus, dan disukai.

“Kita pilih 3-4 film yang kita anggap paling bagus, dan paling kita suka. Kita tonton berulang-ulang sampai kita hafal di luar kepala,” ungkap Jujur Prananto.

Setelah itu, lanjut Jujur Prananto, tuliskan urutan adegan dari film yang telah dihafalkan sebelumnya. Hal yang dituliskan itu, sebenarnya adalah scene plot atau treatment.

Saat menuliskan hal itu, pola-pola tertentu bisa ditemukan. Di mana, pola dari setiap film ada yang sama satu sama lain, tetapi ada pula yang berbeda.

Sebagai contoh, film-film Hollywood biasanya memiliki pola yang khas, dimulai dari perkenalan tokoh, tokoh menghadapi masalah atau mulai timbul konflik, perjalanan panjang tokoh untuk menghadapi konflik, hingga diakhiri dengan tokoh yang berhasil mengatasi konfliknya.

“Selagi kita masih belajar, ada baiknya kita mengikuti dulu pola yang sudah sangat umum. Sebab yang terpenting, agar kita bisa menyusun urutan adegan secara ‘baik dan benar’,” tutur Jujur Prananto.

Selesai membuat scene plot atau treatment, tahap pembuatan skenario film yang terakhir adalah menulis skenario.

Menulis skenario adalah mengembangkan setiap adegan, yang semula masih berupa penjelasan dalam beberapa kalimat (scene plot atau treatment), menjadi adegan yang dideskripsikan secara lengkap, termasuk dialog.

BACA JUGA: Membuat Skenario Film, Sekilas tentang Triangle System

Adapun, unsur-unsur yang ada dalam skenario, meliputi judul adegan berupa nomor adegan, tempat kejadian atau set, dan waktu kejadian.

Unsur lainnya adalah deskripsi visual, dialog, dan bentuk transisi ke adegan berikutnya.

Demikianlah tahap pembuatan skenario film sebagaimana dijelaskan Jujur Prananto dalam Pelatihan Penulisan Naskah Film. Lihat juga, artikel dua tips membuat skenario film yang menarik.

Pembuatan Skenario Film

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *