Rahasia Menulis Skenario Film ala Raditya Dika

Posted on Film 1722

Raditya Dika telah dikenal sebagai penulis buku, pelawak tunggal, pembuat film sekaligus pemain film. Melalui Channel YouTube miliknya, kali ini, Raditya Dika membagikan video berjudul Rahasia Menulis Skenario Film.

Menurut Raditya Dika, proses menulis skenario film sebenarnya sangat rumit. Bahkan, ia membutuhkan waktu yang tidak sedikit, saat membuat sebuah skenario film. Dalam video tersebut, Raditya Dika mengaku, dirinya membutuhkan waktu antara tiga bulan sampai lima bulan, untuk menulis sebuah skenario film.

Raditya Dika pun mencontohkan, untuk menulis skenario film Cinta Brontosaurus, ia membutuhkan waktu hingga dua tahun lebih. Menurut Raditya Dika, itulah skenario film paling lama yang ia tulis. Contoh skenario film lain yang ia tulis adalah film Single, yang membutuhkan waktu setahun lebih.

BACA JUGA: Contoh Skenario Film

Meskipun sulit, dalam video tersebut, Raditya Dika berusaha menjelaskan proses pembuatan skenario film semudah mungkin.

“Inilah rahasia gue dalam menulis skenario film. Bagaimana proses gua menulis skenario film yang sesungguhnya,” ungkap Raditya Dika dalam video Rahasia Menulis Skenario Film, yang ia unggah di Channel YouTube miliknya pada 29 Februari 2016.

Ia mengaku merekam video Rahasia Menulis Skenario Film usai menyelesaikan draf skenario film Kuala Kumal.

Sebelum menulis skenario film, lanjut Raditya Dika, ia akan terlebih dahulu mencari tema film. Skenario film yang ia tulis biasanya berasal dari buku yang telah lebih dulu ia buat. Meski begitu, cerita dalam buku dengan cerita di film akan memiliki alur yang berbeda.

“Tetapi, temanya sama. Buku Marmut Merah Jambu, ada banyak cerita di dalamnya. Temanya adalah tentang jatuh cinta diam-diam. Maka, filmnya bercerita tentang jatuh cinta diam-diam,” terang Raditya Dika.

Untuk mendapatkan tema, Raditya Dika menjelaskan, ia akan membaca bukunya berulang-ulang. Hingga, ia menemukan tema yang sesuai.

Usai mendapatkan tema, tahap selanjutnya adalah membuat logline. “Logline adalah intisari cerita film dalam satu atau dua kalimat. Rumusnya adalah karakter punya tujuan dan ada halangannya,” ujar Raditya Dika.

Bahkan untuk film pendek seperti serial Malam Minggu Miko, setiap episode memiliki logline masing-masing yang berbeda.

“Misalnya, episode (Malam Minggu Miko) yang pertama banget. Itu logline-nya, Miko sangat ingin pergi kencan pertama tetapi dia malah disangka psikopat. Karakter, tujuan, halangan,” papar Raditya Dika.

Setelah logline selesai dibuat, tahap berikutnya adalah pembuatan plot atau alur cerita. Dalam membuat plot, Raditya Dika membagi film menjadi tiga bagian, terdiri dari babak satu, babak dua, dan babak tiga, atau dalam bahasa Inggris act one, act two, dan act three.

Rahasia Menulis Skenario Film

Rahasia Menulis Skenario Film. Sumber: YouTube

Act one menampilkan perkenalan tokoh. Act two adalah intisari cerita dan petualangan tokoh. Sementara, act three adalah kesimpulan, yang memperlihatkan hasil perjuangan tokoh.

Act one dan act three biasanya memiliki panjang durasi waktu yang sama. Sementara, act two memiliki panjang durasi waktu hampir dua kali lipat act one dan act three.

BACA JUGA: Mencari Inspirasi Menulis dengan Berlatih Kata

“Ini sangat-sangat rumit prosesnya. Cuma untuk mempermudah, gue gambarkan saja prosesnya seperti ini,” ungkap Raditya Dika.

Setelah dibagi menjadi tiga babak, ia membagi lagi plot menjadi delapan sequence. Sequence adalah cerita-cerita kecil yang saling berkesinambungan untuk sebuah babak.

“Ini prosesnya sangat rumit, tapi demi kesingkatannya, gue bagi kira-kira begini, act one ada dua sequence, act two ada empat sequence, act three ada dua sequence. Tiap sequence punya pertanyaan tentang tokoh ini, bisa melakukan sesuatu apa tidak. Jadi intinya, alur cerita gue bagi jadi tiga babak, gue bagi lagi menjadi delapan sequence,” jelas Raditya Dika.

Setiap sequence, sambung Raditya Dika dalam video Rahasia Menulis Skenario Film, dibagi lagi menjadi delapan detak cerita atau beat. Isi setiap beat adalah hal yang dilakukan karakter. Atau, kejadian-kejadian yang terjadi.

Untuk membantu penulisan plot, Raditya Dika menuturkan, ia menggunakan Amazon Story Builder.

Rahasia Menulis Skenario Film

Rahasia Menulis Skenario Film. Sumber: YouTube

Setelah plot selesai dibuat, ia kemudian membuka final draf untuk menyusun cerita. Satu halaman final draf biasanya menjadi satu menit cerita di layar.

“Jadi kalau gue mau buat film 90 menit, gue akan bikin 90 halaman final draf. Setelah semuanya selesai, itu namanya draf satu,” kata Raditya Dika.

Draf satu merupakan draf awal yang diberikan ke produser. Produser selanjutnya memberi catatan. Dari catatan tersebut, Raditya Dika kemudian melakukan revisi. Proses tersebut berlangsung berulang-ulang hingga menghasilkan draf dua, draf tiga, draf empat, dan seterusnya sampai final draf.

BACA JUGA: 2 Tips Membuat Skenario Film yang Menarik

“Final draf itu ketika skripnya sudah bisa untuk syuting,” ungkap Raditya Dika.

Tonton langsung video Rahasia Menulis Skenario Film ala Raditya Dika pada video di bawah ini.

Rahasia Menulis Skenario Film

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *