Puncak Mas, Tempat Wisata di Bukit Sukadanaham Bandar Lampung

Tempat Wisata Puncak Mas berada di Jalan Haji Hamim RJP, Sukadanaham, Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung. Karena terletak di atas bukit, pengunjung Puncak Mas bisa menikmati kesejukan alam sekaligus menyaksikan pemandangan Kota Bandar Lampung dari ketinggian.

Saya mengunjungi Puncak Mas pada Rabu (5/7/2017) siang. Meskipun cuaca saat itu cukup terik, pengunjung Puncak Mas tetap terlihat ramai. Sebagian besar pengunjung tampaknya masih berusia remaja. Sementara, sebagian lagi adalah para orangtua yang membawa anak mereka.

Di Puncak Mas, ada beberapa fasilitas yang bisa dinikmati pengunjung, mulai dari taman dengan patung huruf putih, taman dengan patung huruf merah, taman bermain anak, pondokan, rumah pohon, kantin, dan sebagainya. Tetapi sebelum membahas fasilitas-fasilitas yang tersedia di Puncak Mas, berikut akan dipaparkan, cara menuju tempat wisata tersebut di kawasan Sukadanaham.

Merujuk Google Maps, dari Tugu Adipura atau Bundaran Gajah yang berada di pusat Kota Bandar Lampung, ada dua rute yang bisa ditempuh untuk menuju Puncak Mas.

Rute pertama memiliki jarak 5,7 kilometer (km). Rute tersebut melalui Jalan Ahmad Yani, Jalan Raden Ajeng Kartini, Jalan Cut Nyak Dien, Jalan Agus Salim, dan akhirnya Jalan Haji Hamim RJP, yang menjadi lokasi tempat wisata Puncak Mas.

Sementara, rute kedua berjarak 7,2 km. Rute itu melewati Jalan Ahmad Yani, Jalan WR Monginsidi, Jalan Basuki Rahmat, Jalan P Emir Moh Noer, Jalan HM Hasam Rais, Jalan Raden Imba Kusuma, Jalan Raden Ajeng Maulana, Jalan Agus Salim, dan terakhir Jalan Haji Hamim RJP.

puncak mas

Atas Bawah Puncak Mas

Ketika saya mengunjungi Puncak Mas, tempat wisata itu terbagi menjadi dua kawasan, yaitu kawasan atas dan kawasan bawah. Keberadaan kedua kawasan itu, kemungkinan besar, lantaran kondisi perbukitan yang miring. Sehingga, infrastruktur tempat wisata itu dibangun menyesuaikan kontur perbukitan tersebut. Tetapi justru, penyesuaian tersebut mampu memunculkan kesan alami.

Kedua kawasan di Puncak Mas tersebut terhubung tangga yang cukup lebar di bagian tengah. Selain itu, adapula jalan aspal di sisi sebelah utara, yang juga menghubungkan kedua kawasan tersebut.

Dari pintu masuk, pengunjung akan terlebih dahulu menemui kawasan atas tempat wisata Puncak Mas. Kawasan atas tersebut, bisa dikatakan, berupa taman, yang terbagi menjadi tiga bagian. Ketiga bagian itu masing-masing  dipisahkan dua jalur pejalan kaki.

BACA JUGA: Fungsi Trotoar dan Menyelesaikan Persoalan PKL

Satu jalur pejalan kaki berupa pijakan yang terbuat dari batu (stepping stone) berbentuk segiempat, yang sudah ditempatkan sedemikian rupa. Jalur pejalan kaki tersebut terhubung dengan tangga, yang bisa membawa pengunjung ke kawasan bawah Puncak Mas.

Sementara, satu jalur pejalan kaki lainnya berupa paving block. Jalur kedua tersebut terhubung dengan bagian atas aula. Di mana di tempat itu, live music disajikan.

Taman dengan Patung Huruf Putih

Dari arah pintu masuk, taman di kawasan atas bisa terlihat di sebelah kanan. Sebab, jalan berupa aspal terletak di bagian kiri.

Taman pertama yang dapat dilihat memiliki rumput hijau yang menghampar. Ada sedikit bagian dari taman itu yang ditanami tanaman, tepatnya di bagian kanan taman. Bagian itu dibuat melingkar.

Di tengah rumput hijau, ada jejeran patung huruf membentuk tulisan Puncak Mas berwarna putih. Logo tersebut pun menjadi tempat buruan pengunjung untuk berfoto.

Puncak Mas

Karena dilarang menginjak rumput, sementara patung huruf berada di tengah, pengelola Puncak Mas menyediakan jalur berupa stepping stone. Pijakan itu juga berada di bagian depan dan belakang patung huruf. Sehingga, pengunjung yang ingin berfoto, bisa bergaya di depan maupun belakang patung huruf.

Di sebelah belakang patung huruf, tepatnya di sisi taman, pengunjung bisa melihat kursi-kursi panjang berwarna-warni. Selain kursi, payung tenda juga ditempatkan. Sehingga, pengunjung yang datang saat matahari bersinar terik, bisa mendapat keteduhan ketika duduk kursi-kursi itu.

Taman dengan Patung Huruf Merah

Setelah menjelajah taman pertama, terpisahkan jalur pejalan kaki berupa stepping stone, ada taman lain. Luas taman tersebut lebih kecil dibanding taman pertama.

Letak taman kedua tersebut berderet dengan taman pertama. Jika diperkirakan menggunakan arah mata angin, taman kedua terletak di sisi utara taman pertama. Meskipun arah mata angin tersebut belum tentu sepenuhnya tepat. Karena, saya hanya memperkirakan berdasarkan bayangan benda yang saya lihat, ketika berkunjung ke Puncak Mas sekitar pukul 15.00 Wib.

Di taman kedua tersebut, pengunjung juga akan menemukan patung huruf. Patung huruf itu diletakkan di undakan yang berada di sisi timur taman, atau di bagian belakang taman.

Puncak Mas

Serupa dengan patung huruf sebelumnya, patung huruf itu membentuk tulisan Puncak Mas. Bedanya, patung huruf yang terletak di undakan keempat atau paling tinggi itu, berwarna merah.

Selain itu, di undakan ketiga, ada juga patung huruf yang menyusun kata Lampung, dan diberi warna kuning. Ukurannya lebih kecil dibanding patung huruf Puncak Mas warna merah. Banyak pengunjung menjadikan patung huruf warna merah dan kuning itu sebagai latar saat berfoto.

Taman Bermain Anak

Setelah taman kedua, atau di bagian paling utara kawasan atas, ada taman bermain anak. Kedua tempat itu terpisahkan jalur pejalan kaki yang terbuat dari paving block. Di taman bermain anak, ada beberapa macam permainan yang tersedia, antara lain ayunan, jungkat-jungkit, dan perosotan.

Ada juga permainan yang menggunakan mesin. Permainan tersebut semacam kereta putar, dengan tempat duduk buat anak berdesain mobil atau motor mainan. Berbeda dengan permainan-permainan lainnya yang gratis, permainan yang menggunakan mesin tersebut berbayar.

Puncak Mas

Pengelola Puncak Mas sepertinya menyediakan taman bermain tersebut guna memfasilitasi pengunjung yang membawa anak kecil. Karena, sebagian besar kawasan Puncak Mas cocok untuk wisata foto, yang umumnya digemari pengunjung usia remaja ke atas.

Meskipun pada akhirnya, pengguna permainan di taman bermain anak tidak sepenuhnya anak-anak. Beberapa remaja pun tampak menggunakan fasilitas tersebut. Satu di antaranya ayunan, yang sepertinya paling banyak dipakai oleh selain anak-anak.

Pondokan dan Aula

Setelah menjelajahi ketiga taman di kawasan atas Puncak Mas, saya menyusuri jalur pejalan kaki berupa stepping stone, hingga menemui anak tangga yang berundak ke bawah. Ada handrail atau pegangan tangan di tengah anak tangga. Dari handrail ke sisi, lebar tangga tersebut sekira cukup untuk tiga orang dewasa berjalan beriringan.

Di kawasan bawah Puncak Mas tersebut, pengunjung akan melihat deretan pondokan, atau biasa juga disebut saung maupun gazebo, di sebelah kanan. Dan, aula terbuka di sebelah kiri. Meski, ada juga sebagian pondokan lain yang letaknya terpisah di sebelah kiri, setelah aula.

Pondokan-pondokan itu berbahan kayu, dengan dinding geribik. Di mana, tinggi dindingnya tak sampai semeter. Warna cokelat menjadi mayoritas warna pada pondokan-pondokan tersebut.

Puncak Mas

Sementara di aula terbuka, warna putih mendominasi. Hal itu tampak pada dinding aula tersebut. Di dalam aula tersebut, ada beberapa sofa lengkap dengan mejanya. Sofa-sofa tersebut memiliki beragam warna yang berbeda, untuk setiap setnya. Pondokan maupun aula terbuka umumnya digunakan pengunjung untuk beristirahat sejenak, atau menikmati makanan berat.

Di Puncak Mas, pengunjung tak perlu khawatir kesulitan mendapatkan makanan kala lapar, atau minuman saat haus. Sebab, ada kantin yang menyediakan aneka makanan dan minuman.

Kantin terletak di kawasan atas, tak jauh dari pintu masuk. Dari arah pintu masuk, jika menengok ke arah kanan, pengunjung akan melihat taman, maka ketika melihat ke kiri, pengunjung akan melihat kantin. Tepatnya, kantin berada di depan taman dengan patung huruf warna merah dan taman bermain.

Rumah Pohon

Rumah pohon merupakan bangunan dari kayu yang diletakkan di pohon. Di Puncak Mas, ada beberapa rumah pohon dengan berbagai ukuran. Ukuran tersebut menentukan kapasitas pengunjung yang bisa berada di rumah pohon.

Batang utama pohon yang di atasnya terdapat rumah pohon, memiliki bentuk serupa tiang listrik. Di mana, batang utama tersebut tak memiliki dahan, hingga bagian bawah rumah pohon. Dahan pohon baru tampak di batang utama di atas rumah pohon.

Rumah pohon tidak dibuat di sisi batang utama, melainkan mengelilingi batang utama. Sehingga, batang utama berada di tengah-tengah rumah pohon. Ketika berada di rumah pohon, pengunjung pun dapat leluasa memegang batang utama pohon.

Sebagian besar bangunan rumah pohon hanya berupa lantai, dan pagar yang mengelilingi bagian sisi lantai. Pagar tersebut memiliki tinggi sekitar satu meter.

Meski begitu, ada juga rumah pohon yang dibuat bertingkat dua. Di bagian bawah, rumah pohon tersebut memiliki dinding, bukan sekadar pagar sebagaimana rumah pohon lainnya. Di dinding tersebut, ada bagian yang berlubang serupa jendela. Dari lubang tersebut, pengunjung bisa melihat pemandangan di luar.

Sementara, bagian atas rumah pohon tersebut serupa rumah pohon-rumah pohon lainnya, yang ada di Puncak Mas. Yaitu, bangunan kayu berupa lantai dan pagar.

Puncak Mas

Rumah pohon bertingkat dua itu berbentuk segi empat. Selain segi empat, rumah pohon lainnya ada yang berbentuk lingkaran ataupun segi banyak. Perbedaan lainnya, warna rumah pohon yang beragam.

Selfie Latar Pemandangan

Untuk naik ke rumah pohon, pengunjung cukup menggunakan tangga yang telah disediakan. Tangga yang ada bukanlah tangga vertikal. Melainkan, tangga berbentuk diagonal. Sehingga, pengunjung bisa naik ke rumah pohon dengan mudah.

Serupa rumah pohon, tangga yang disediakan juga berbahan kayu. Tangga telah dilengkapi handrail atau pegangan tangan.

Dari rumah pohon, pengunjung bisa memanjakan mata dengan melihat pemandangan, baik alam maupun buatan. Pemandangan alam yang terlihat berupa pepohonan.

puncak mas

Pengunjung akan disuguhi mayoritas warna hijau, jika melihat ke bawah dari atas rumah pohon di Puncak Mas. Hal itu wajar karena Puncak Mas berada di kawasan perbukitan.

Semakin jauh memandang, pengunjung bisa melihat hasil karya manusia, berupa bangunan-bangunan di dalam Kota Bandar Lampung. Pemandangan tersebut bisa terlihat hingga berbatasan dengan garis cakrawala.

Di bagian atas, jika langit cerah, pengunjung dapat memandang aneka rupa awan berwarna putih yang berarak. Dan, latar belakang langit berwarna biru.

Pemandangan yang ditawarkan dari rumah pohon, ternyata tak membuat pengunjung puas, jika sekadar melihat. Banyak dari pengunjung tampaknya juga ingin mengabadikan pemandangan tersebut.

Pengunjung yang melakukan selfie atau swafoto di rumah pohon pun menjadi pemandangan umum di Puncak Mas. Selain sendiri, ada juga pengunjung yang berfoto bersama. Sementara, sebagian pengunjung lain memilih hanya mengabadikan pemandangan, tanpa membawa serta diri mereka di dalam foto.

Tak cuma foto, ada pengunjung yang memilih membuat video blog atau vlog. Di berbagai media sosial, hasil foto maupun video para pengunjung Puncak Mas, sepertinya, sudah banyak bertebaran.

Musala Puncak Mas

Di Puncak Mas, musala yang disediakan juga berupa rumah pohon. Bangunan musala serupa pondokan yang ada di kawasan bawah. Hanya saja, letaknya ada di atas pohon.

Pengelola Puncak Mas membuat dua musala di dua pohon yang berbeda. Musala pertama khusus untuk laki-laki. Sementara, musala kedua hanya untuk perempuan. Letak kedua musala tersebut berdekatan, tak jauh dari kantin.

Puncak Mas

Pengunjung pun bisa mudah menemukan kedua musala tersebut. Sebab, di sisi tangga bagian bawah, ada sebuah papan yang tertera tulisan musala. Papan tersebut merupakan penunjuk letak musala.

Puncak Mas

Sementara untuk mengambil wudu, pengelola menyediakan beberapa keran di depan taman dengan patung huruf warna merah.

Tempat Parkir

Untuk bisa masuk ke Puncak Mas, pengunjung harus membayar tiket terlebih dahulu. Sebuah pos jaga yang berisi petugas tiket, berada di depan pintu masuk menuju Puncak Mas. Pos itu berada tepat di sisi Jalan Haji Hamim RJP.

Di belakang pos, ada jalan menanjak yang merupakan rute untuk memasuki Puncak Mas. Di ujung jalan yang memiliki panjang sekira 50 meter itu, ada patung huruf bertuliskan Puncak Mas warna hijau. Patung huruf itu sekaligus menjadi identitas lokasi tempat wisata Puncak Mas, yang dapat dilihat ketika melintasi Jalan Haji Hamim RJP.

Bagi pengunjung yang membawa kendaraan bermotor, ada dua tempat parkir yang disediakan. Lokasi pertama terletak tepat di samping jalan masuk, yang terdapat pos petugas tiket. Pengunjung yang memilih memarkirkan kendaraan di tempat tersebut, tentunya harus berjalan kaki saat memasuki Puncak Mas.

Adapun, tempat parkir berikutnya berada di bagian dalam Puncak Mas, tepatnya di depan pondokan dan aula terbuka di kawasan bawah. Pengunjung yang akan parkir di sana, tentunya akan terlebih dahulu melewati bagian dalam Puncak Mas.

Hal itu memungkinkan karena ada jalan aspal yang bisa dilewati kendaraan bermotor, di dalam kawasan Puncak Mas. Dari pos tempat pembelian tiket, pengunjung cukup berjalan lurus, sampai melewati patung huruf berwarna hijau, yang berada di sebelah kanan.

Dari patung huruf berwarna hijau, jalan berbelok ke kiri. Pengunjung akan melihat taman di sebelah kanan dan kantin di sebelah kiri. Hingga di ujung taman bermain anak, jalan berbelok ke kanan. Jalan tersebut berupa turunan.

BACA JUGA: Sejarah Media Online di Indonesia, Antara Penghasilan dan Persoalan Etik

Setelah berbelok, pengunjung masih bisa melihat taman bermain anak di sebelah kanan. Kemudian, aula terbuka dan deretan pondokan, yang juga berada di sebelah kanan. Di ujung aula terbuka tersebut, jalan kembali berbelok ke sebelah kanan. Dan di sanalah, tempat parkir kendaraan bermotor berada.

Tempat wisata Puncak Mas bisa menjadi pilihan tepat bagi para penggemar wisata foto. Sebab, di tempat tersebut, banyak spot menarik yang bisa dijadikan tempat berfoto. Termasuk, foto dengan latar belakang Kota Bandar Lampung.

Puncak Mas juga dapat menjadi alternatif pilihan buat masyarakat yang hendak melepas penat, dari rutinitas keseharian. Hal itu karena konsep taman yang ditawarkan pengelola Puncak Mas, bisa menjadi pilihan tempat untuk bersantai.

Puncak Mas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *