Promosi Kuliner Menggunakan Tulisan Deskripsi di Instagram

Foto makanan, sepertinya telah menjadi hal yang digunakan banyak pebisnis kuliner, untuk memasarkan produk mereka. Sebaliknya, promosi kuliner menggunakan tulisan deskripsi masih jarang digunakan. Meskipun sebenarnya, hal itu juga bisa dilakukan dalam upaya menggaet konsumen.

Kolaborasi foto dan tulisan memiliki peluang promosi lebih baik. Sebab, jika hanya foto makanan yang terpasang tanpa penjelasan sehuruf pun, orang yang melihat bisa jadi justru malah kebingungan. Mereka sangat mungkin akan mengungkapkan beberapa pertanyaan terkait foto tersebut. Misalnya, apa itu? Apa nama menu itu? Di mana bisa mendapatkan menu itu? Berapa harga menu itu? Atau, bagaimana rasa menu itu?

BACA JUGA: Membuat Tulisan Deskripsi Berdasarkan Penuturan Orang Lain, Perhatikan 4 Hal Ini

Semakin tertarik seseorang terhadap foto makanan tersebut, pertanyaan yang muncul pun bisa bertambah banyak. Karena itu, tulisan yang menerangkan foto tersebut menjadi penting.

Tetapi sebaliknya, jika hanya tulisan tentang makanan yang muncul, orang akan bertanya, bagaimana wujud makanannya?

Maka, kolaborasi antara foto dan tulisan perlu untuk dibuat, saat melakukan promosi.

Artikel ini berfokus pada cara membuat tulisan, untuk menguatkan pesan dalam foto promosi kuliner. Sementara, teknik pengambilan foto bisa dibaca di artikel 3 Tips Agar Foto Makanan di Instagram Jadi Menarik yang diterbitkan Kompas.com.

Memanfaatkan Instagram

Instagram merupakan media sosial kekinian, setidaknya hingga awal 2017 ini, yang memiliki banyak pengguna. Media sosial yang bermanfaat untuk berbagi foto dan video singkat itu, akhirnya turut digunakan pebisnis untuk berpromosi, termasuk pengusaha makanan.

Selain foto dan video, Instagram turut menyediakan kolom yang bisa diisi tulisan. Kolom tulisan kerap dimanfaatkan untuk memberi keterangan terhadap foto atau video yang diunggah.

Mungkin tidak hanya Instagram, semua media sosial sekarang ini, sepertinya telah menerapkan kolaborasi antara visual dan tulisan, yang bisa dipakai pengguna mereka. Dari sana bisa terlihat, visual dan tulisan memiliki keterkaitan yang saling mendukung satu sama lain.

Meskipun telah disediakan secara terpisah, antara visual dan tulisan, pada kenyataannya, penggunaan kedua hal itu terkadang masih dilakukan secara tumpang tindih, alih-alih saling mendukung. Khususnya, visual berupa foto.

Misalnya, foto promosi menu kuliner yang memperlihatkan sepotong ayam di atas piring. Di samping potongan ayam itu, di piring yang sama, ada lalapan berupa timun, sambal, dan dua potong tempe goreng.

Lalu pada tulisan, keterangan yang tertulis, sebagai berikut.

Ayam goreng rumah makan A, disajikan dengan lalapan timun, sambal, dan dua potong tempe goreng. Satu porsi dibanderol Rp 20 ribu.

Jika diperhatikan, informasi terbaru pada tulisan dalam contoh di atas, berupa nama rumah makan dan harga satu porsi. Sementara, penjelasan lain pada tulisan hanya pengulangan hal, yang sebenarnya sudah bisa dilihat di foto. Kondisi itu memperlihatkan tumpang tindih antara foto dan tulisan.

Untuk menghasilkan foto dan tulisan yang saling mendukung, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Satu di antaranya menerapkan tulisan deskripsi dalam teks.

Tulisan Deskripsi

Sekali lagi disampaikan, promosi kuliner menggunakan tulisan deskripsi di Instagram bertujuan untuk menguatkan pesan dalam foto. Karena itu, foto makanan tetap harus ada.

Supaya tulisan yang ditulis tidak tumpang tindih, hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat pertanyaan. Pertanyaan umumnya, apakah yang belum disampaikan dalam foto?

Jawaban terhadap hal-hal tersebut biasanya berupa informasi, semisal nama restoran atau rumah makan yang menyediakan menu dalam foto, alamat restoran atau rumah makan tersebut, hingga harga menu tersebut.

Lalu, karena tulisan yang dibuat bertujuan sebagai promosi, pertanyaan selanjutnya, apa yang bisa meyakinkan konsumen supaya mau membeli?

Jawaban atas pertanyaan tersebut berkaitan erat dengan emosi atau perasaan. Satu hal penting dalam bisnis kuliner adalah rasa.

Dalam mengungkap rasa, promosi kuliner menggunakan tulisan deskripsi bisa diterapkan. Hal itu karena tulisan deskripsi memiliki keunggulan dalam menggambarkan suatu hal secara detail. Sehingga seolah-olah, pembaca bisa melihat, mendengar, mencium, mengecap, dan merasa hal yang diungkap dalam tulisan.

Lakukan dan Tulis

Untuk membuat promosi kuliner menggunakan tulisan deskripsi, pengalaman pribadi bisa diterapkan. Bagaimana caranya?

Tentu, hal yang perlu dilakukan adalah mencoba menu tersebut. Setelah itu, tulis secara rinci. Ceritakan hal-hal yang dialami saat mencicipi menu.

telunjukjempol.com

Kita kembali ke contoh sebelumnya. Misalnya, setelah menu disajikan, aroma ayam goreng mulai tercium.

Lalu, sepotong ayam itu mulai dibelah untuk mengetahui kematangannya, atau sekadar melihat kondisi di dalam potongan ayam tersebut. Aroma yang muncul saat ayam dibelah pun bisa disampaikan, jika memang aromanya berubah.

BACA JUGA: Kesalahan Penggunaan Kata Jika

Adegan berikutnya bisa berupa proses mencicipi rasa ayam, rasa ayam saat dicampur sambal, atau rasa timun berlumur sambal.

Promosi kuliner menggunakan tulisan deskripsi bisa dilakukan secara variatif. Maksudnya, jika informasi yang diutamakan untuk disampaikan adalah tempat bukan rasa, penulisan deskripsi terhadap tempat pun bisa dibuat.

promosi kuliner menggunakan tulisan deskripsi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *