Menghasilkan Tulisan Berkualitas Bergantung Jam Terbang?

Menghasilkan tulisan berkualitas tentu menjadi idaman setiap penulis. Ada sebuah pepatah mengatakan, alah bisa karena biasa. Di mana artinya, orang menjadi ahli dalam suatu hal karena terbiasa mengerjakan hal itu.

Umumnya, pepatah tersebut juga dihubungkan dengan istilah “jam terbang”. Istilah jam terbang merujuk pada jangka waktu, yang telah dilakoni seseorang dalam menekuni sebuah hal. Istilah jam terbang umumnya dikaitkan dengan pengalaman.

Apabila seseorang telah memiliki jam terbang yang lama, ia biasanya akan dianggap memiliki kemampuan buat “menguasai” hal yang ia tekuni tersebut. Sehingga, hasil yang diperoleh, diharapkan jauh lebih baik dibanding seorang pemula.

Anggapan itu juga biasanya dikenakan kepada seorang penulis.

Seorang yang telah bertahun-tahun menulis, diharapkan mampu menghasilkan tulisan berkualitas. Tulisan yang enak dibaca. Atau, tulisan yang berisi informasi mendalam.

model wawancara dalam reportase

Jika ia seorang penulis fiksi, ia diharapkan dapat menciptakan alur kisah yang menarik. Cerita yang “hidup”. Atau, kutipan-kutipan yang memesona.

Harapan-harapan itu muncul karena kepercayaan pembaca terhadap pengalaman penulis, yang memiliki jam terbang lama. Karena dari pengalaman, penulis bisa belajar supaya dapat menghasilkan tulisan berkualitas, yang semakin baik dari waktu ke waktu.

Pertanyaannya kemudian, benarkah untuk menghasilkan tulisan berkualitas memerlukan jam terbang?

Ikuti Perkembangan

Menulis adalah pekerjaan teknis dan kreatif.

Teknis karena seorang penulis harus menerapkan sejumlah teori menulis. Sementara, sisi kreatif berkaitan dengan ide atau gagasan, dan penguasaan seorang penulis terhadap ide atau gagasan tersebut.

Orang yang hanya menguasai teori menulis belum tentu mampu menghasilkan tulisan berkualitas. Begitu pula, orang yang kreatif tetapi tak menguasai teori menulis.

bahasa sederhana

Orang yang khatam teori menulis tetapi tak menguasai gagasan yang ditulis, kemungkinan hanya menghasilkan tulisan yang “dangkal”. Sedangkan, orang yang kreatif namun tak menguasai teori menulis, berpeluang membuat tulisan yang sulit dipahami pembaca.

Sehingga bagi seorang penulis, kemampuan teknis maupun kreatif sangat diperlukan. Sebab, kedua hal tersebut terkait satu sama lain, baik pada penulisan fiksi maupun nonfiksi.

Kemampuan teknis maupun kreatif bersifat dinamis. Karena, keduanya selalu berkembang.

Pada sisi teknis, satu di antara contohnya adalah pembaruan kata maupun kemunculan kata-kata baru. Misalnya, pada awal abad 20, gabungan huruf o dan e akan dibaca u. Sehingga untuk menuliskan kata “dulu”, saat itu, tulisannya menjadi “doeloe”.

Pembaruan kata maupun kemunculan kata-kata baru, biasanya tak lepas dari perkembangan zaman.

Pada zaman teknologi informasi sekarang ini, beberapa kata yang menjadi umum terdengar antara lain media sosial, swafoto, atau unggah dan unduh.

Di mana pada zaman-zaman sebelumnya, kata-kata tersebut tidak banyak digunakan, atau bahkan belum muncul.

Sementara di sisi kreatif, kedinamisan tampak pada  kemunculan informasi-informasi baru yang terus berdatangan. Informasi-informasi tersebut tentunya bisa menjadi bahan bagi penulis, untuk menghasilkan tulisan.

Kedinamisan sisi kreatif pun dapat bergantung pada individu seorang penulis. Misalnya, saat mulai menjadi penulis, seseorang senang menghasilkan karya-karya yang berisi gagasan mengenai bidang ekonomi. Tetapi belasan tahun kemudian, ia menyenangi bidang hukum, dan menghasilkan tulisan-tulisan yang berisi gagasan di bidang tersebut.

Terus Belajar

Banyak orang mengatakan, cara untuk menjadi penulis yang mampu menghasilkan tulisan berkualitas, adalah dengan menulis, menulis, dan terus menulis.

Tetapi, jika hanya terus menulis tanpa mempelajari teori teknis ataupun perkembangan informasi, yang bisa menjadi bahan tulisan, seorang penulis kemungkinan besar sulit menghasilkan tulisan berkualitas. Sebab, ia tak mengasah kemampuan, yang merupakan modal penting dalam menulis.

kesalahan penulisan

Karena kemampuannya tidak berkembang, tulisan yang dibuat pun sangat mungkin tidak semakin baik.

Dengan kondisi itu, seorang penulis dituntut untuk selalu belajar. Apalagi, pekerjaan menulis yang dinamis, baik sisi teknis maupun kreatif, membuat tugas belajar seorang penulis tak akan pernah selesai.

Sebab, hal-hal baru akan terus bermunculan. Jika ingin menghasilkan tulisan berkualitas, penulis harus selalu menyesuaikan kemampuannya dengan hal-hal baru tersebut.

Selain mengikuti perkembangan, seorang penulis juga perlu rutin melakukan evaluasi terhadap tulisan yang telah dibuat. Evaluasi bisa dilakukan dari sisi teknis maupun kreatif.

Dengan begitu, penulis bisa terus memperbaiki diri, guna menghasilkan tulisan yang semakin berkualitas.

Seorang penulis penting untuk selalu merasa tidak puas. Perasaan tidak puas mampu memberikan dorongan kepada penulis, untuk menghasilkan tulisan yang lebih baik lagi.

telunjukjempol.com

Perasaan tidak puas akan mendorong penulis untuk terus mengevaluasi diri sambil terus belajar meningkatkan kemampuan. Di samping itu, ia tetap mencoba menulis, menulis, dan terus menulis guna menghasilkan tulisan berkualitas, yang semakin baik dari waktu ke waktu.

Menghasilkan Tulisan Berkualitas

Kembali ke pertanyaan awal, apakah jam terbang berpengaruh dalam menghasilkan tulisan berkualitas?

Jawabannya bisa ya dan tidak.

Jam terbang akan memiliki pengaruh terhadap kualitas tulisan, jika penulis rajin mengevaluasi tulisan yang telah ia buat. Sambil terus, belajar buat menambah kemampuan menulis, baik secara teknis maupun kreatif.

Tetapi jika kedua hal itu tidak dilakukan, kemungkinan besar, jam terbang tidak memiliki pengaruh apa-apa terhadap seorang penulis. Meski penulis tersebut telah bertahun-tahun menulis, hasil tulisan yang dibuat belum tentu memiliki kualitas yang semakin baik.

Sehingga untuk menghasilkan tulisan berkualitas, jam terbang bukan hanya soal waktu, tetapi upaya penulis buat memanfaatkan waktu tersebut.

 

menghasilkan tulisan berkualitas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *