Menggunakan Jalan Tol dengan Teknologi Masa Depan

Saya termasuk orang yang memilih menggunakan jalan tol, dibanding jalur biasa. Saya pun rela membayar demi mendapatkan jasa lalu lintas tanpa hambatan.

Meski begitu, saya terkadang bertanya, mengapa saya masih suka menemukan macet di jalan tol? Apalagi saat arus mudik Lebaran, kemacetan di jalan tol ibarat menu wajib.

Mungkin, kemacetan yang terjadi memang bukan tanggung jawab pengelola jalan tol. Tetapi, itu adalah imbas, dari keberadaan jalan bebas hambatan.

BACA JUGA: Fungsi Trotoar dan Menyelesaikan Persoalan PKL

Di mana pada jalan tol, pengelola jalan tol telah membuat dan memelihara infrastruktur jalan dengan sangat baik. Jalan-jalan selalu dalam keadaan prima, dengan permukaannya yang mulus.

Dengan kondisi itu, pengguna jalan akan terhindar dari hambatan dalam perjalanan, berupa kondisi jalan rusak. Sebab, kondisi jalan rusak masih kerap ditemui di jalur biasa, yang bukan jalan tol.

Kondisi jalan yang mulus, tentu membuat pengguna jalan merasa nyaman. Akibat kenyamanan itu, mereka akhirnya memilih menggunakan jalan tol sebagai jalur dalam melakukan perjalanan.

Sehingga kemudian, apabila banyak pengguna jalan memilih menggunakan jalan tol, itu merupakan hal yang wajar. Sayangnya, kapasitas jalan tol memiliki keterbatasan.

Alhasil, volume kendaraan yang ‘melimpah’ dibandingkan kapasitas jalan tol, menghasilkan kemacetan.

Tentunya, kondisi demikian bukanlah kesalahan pengelola jalan tol. Sebab, banyak orang memilih menggunakan jalan tol karena fasilitas infrastruktur yang mumpuni.

Tetapi, bukankah fasilitas yang mumpuni hanya sebuah ‘alat’, untuk mencapai tujuan akhir keberadaan jalan yang bebas hambatan, yakni mempercepat waktu pengguna jalan?

Dengan demikian, pengelola jalan tol seharusnya tidak sekadar memperhatikan kondisi fisik infrastruktur jalan. Tetapi, kondisi arus lalu lintas yang menggunakan jalan tol, perlu turut mendapat pengawasan dan pengaturan.

Misalnya, jika terjadi kecelakaan yang menyebabkan kemacetan panjang, pengelola jalan tol tentu harus siaga untuk segera mengevakuasi korban, membersihkan puing kecelakaan, dan mengembalikan kelancaran arus lalu lintas.

BACA JUGA: Persiapan Sebelum Menulis, Ciptakan Suasana Nyaman

Atau, kemacetan saat mendekati pintu tol, baik keluar maupun masuk. Pengelola tol harus memikirkan solusi mengatasi kemacetan di pintu tol tersebut. Terlebih, pada jam sibuk, atau momen tertentu seperti Idul Fitri.

Kemacetan di pintu tol kemungkinan akibat kendaraan yang banyak, harus memelankan laju kendaraan. Hal itu dilakukan karena mereka, salah satunya, mesti melakukan transaksi pembayaran, atas jasa tol yang digunakan.

Saya membayangkan di masa depan, ada sebuah teknologi, di mana pintu tol hanyalah sebuah bangunan serupa jembatan.

Kedua tiangnya ada di sisi jalan. Kotak-kotak berisi manusia atau mesin-mesin tempat melakukan transaksi penggunaan jasa tol, tak ada lagi.

Jembatan itu berfungsi sebagai pendeteksi, layaknya metal detector atau pendeteksi logam saat kita hendak menggunakan jasa pesawat di bandara.

Jembatan tersebut akan mendeteksi kendaraan yang masuk dan keluar tol. Pendeteksian, misalnya, dilakukan berdasarkan nomor registrasi tertentu yang tertera pada chip, yang terpasang di nomor polisi kendaraan.

Dan, biaya penggunaan jasa tol bisa ditagih setiap bulan. Pemberitahuan bisa dilakukan melalui pesan singkat (SMS) maupun surat elektronik (surel).

Jika ternyata ada pengguna jasa tol yang tidak membayarkan tagihan hingga tiga bulan, petugas bisa melakukan penagihan langsung. Penyegelan kendaraan bisa menjadi alternatif lain, untuk penerapan sanksi, seperti yang telah dilakukan terhadap parkir liar di Jakarta.

BACA JUGA: Menggelar Konferensi Pers, Perhatikan Waktu dan Tempat

Tiiinnnn,” suara klakson mobil di belakang menyadarkan saya dari lamunan.

Saya pun mulai menekan pedal gas untuk meninggalkan kemacetan di sebuah titik di tol Jakarta-Cikampek, saat sedang melakukan mudik. Sambil berharap, saya dan mungkin jutaan orang lain yang memilih menggunakan jalan tol, bisa benar-benar merasakan jalan bebas hambatan.

menggunakan jalan tol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *