Mengawali Tulisan dengan Menabung Ide

Mengawali tulisan, bagi sebagian orang, adalah hal sulit. Keinginan menulis sudah ada. Tetapi saat hendak menulis, banyak orang mengaku bingung hendak menuliskan apa.

Tips berikut ini, saya dapat dari beberapa senior saat saya masih kuliah. Mereka menamakannya menabung ide. Saya tidak terlalu mengetahui referensi awal terkait tips yang diberikan ini. Sebab, tips ini disampaikan secara verbal.

Saat saya kuliah, teknologi komunikasi berupa ponsel, apalagi ponsel pintar, belum sebanyak sekarang. Karena itu, untuk bisa menabung ide, saya disarankan untuk selalu membawa pena dan catatan kecil, ke manapun saya pergi.

BACA JUGA: Membuat Judul Tulisan yang Menarik, di Awal atau di Akhir

Menabung ide adalah stimulan untuk mengawali tulisan. Sebab, tulisan sebenarnya adalah penjabaran ide-ide yang ada di kepala seseorang. Dan, ide bisa berasal dari mana saja.

Ide bertebaran di banyak tempat. Terkadang, kita menyadari hal itu. Sering pula, tidak.

Tetapi meskipun sadar, kita kerap justru mengabaikan ide. Walau sempat terlintas, keinginan kita untuk mengembangkan ide tersebut menjadi sebuah tulisan. Namun kerap, hal itu terlewatkan.

Tidak percaya?

Saya mencoba mencontohkan hal yang saya alami di masa silam. Singkat cerita, saya menaiki sebuah angkutan kota (angkot) saat itu. Perjalanan angkot tersebut sangat lamban. Kerap kali, si sopir menunggu penumpang, yang masih berjalan di ujung terjauh sebuah gang.

Saya kemudian berpikir untuk membuat tulisan tentang perbaikan sistem transportasi, yang tepat waktu dan nyaman. Ide tulisan bermunculan begitu saja di kepala saya.

Hingga kemudian, saya sampai di tempat tujuan. Saya turun dari angkot dan melanjutkan perjalanan. Dan, saya melupakan ide tulisan yang sempat muncul itu, sampai berhari-hari kemudian. Pun ketika saya ingat di kemudian hari itu, saya hanya mengingat bagian besarnya saja, bukan detail seperti yang terlintas dalam pikiran saya saat masih berada di dalam angkot.

Itu terjadi lantaran saya tidak mencatat ide yang muncul seketika tersebut. Padahal jika mencatat, saya bisa segera menghasilkan sebuah tulisan.

Ketiadaan alat tulis mungkin masih bisa menjadi alasan saya tidak dapat langsung mencatat saat itu. Tetapi dengan kemajuan teknologi komunikasi saat ini, menabung ide tentu bukanlah hal sulit. Sebab, hampir semua orang selalu membawa ponsel ke manapun mereka pergi. Maka, manfaatkanlah ponsel untuk menabung ide.

Yakinlah, dengan menabung ide, kita tidak akan kekurangan inspirasi untuk mengawali tulisan, dan menyelesaikannya hingga akhir.

Tidak hanya itu, menabung ide pun bisa mengembangkan isi tulisan yang hendak kita buat.

Misalnya, kita melihat kemacetan lalu lintas. Di lain hari, kita berbincang dengan seseorang yang harus menghabiskan banyak waktu, dalam perjalanan dari rumah ke kantornya. Lalu, kita mendengar masyarakat mengeluh tentang minimnya taman kota.

Maka saat seluruh ide tersebut dikumpulkan, kita kemudian bisa membuat tulisan tentang konsep tata kota yang baik.

Jadi intinya, simpan dulu semua ide sampai saat tertentu, lalu periksa kembali. Karena ada kemungkinan, ide yang kita tabung, memiliki keterkaitan satu sama lain untuk menjadi sebuah tulisan.

BACA JUGA: Mencari Inspirasi Menulis dengan Berlatih Kata

Pun halnya ketika sebuah ide sudah menjadi sebuah tulisan tersendiri. Tetap simpan saja dulu ide tersebut, dan jangan langsung dibuang.

Maka di akhir tulisan ini, saya hanya ingin mengatakan bahwa dengan menabung ide, kita tak lagi pusing untuk mengawali tulisan. Bahkan, kita bisa membuat tulisan mendalam.

Selamat mencoba.

mengawali tulisan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *