Mencari Inspirasi Menulis dengan Berlatih Kata

Mencari inspirasi menulis yang dimaksud dalam artikel ini, lebih bertujuan untuk memberikan stimulus, guna mengeluarkan ide-ide yang sebenarnya telah disimpan di otak.

Dilansir dari Wired, seorang Psikolog Kognitif dari University of Missouri, Nelson Cowan menyatakan, secara teoritis, jumlah memori yang tersimpan dalam otak tak terbatas. Tetapi untuk mengingat sebuah detail kecil dari informasi, hal itu ternyata cukup sulit bagi otak, karena informasi kecil selalu diterima otak setiap detiknya.

Para peneliti dari Department of Psychology, University of California, Los Angeles menemukan bahwa ‘lupa’ adalah sebuah bentuk otak yang selalu menerima hal baru setiap saat. Lupa terjadi karena informasi lama harus berhadapan dengan informasi baru, yang mungkin jauh lebih berguna. Dengan adanya lupa, hal itu memperlihatkan bahwa sebenarnya, memori itu masih ada, namun otak kesulitan untuk mengeluarkan secara seketika (Merdeka.com).

BACA JUGA: Persiapan Sebelum Menulis, Ciptakan Suasana Nyaman

Teknik mencari inspirasi menulis dengan berlatih kata saya dapatkan dari beberapa pelatihan menulis, yang saya ikuti saat masih kuliah. Cara itupun beberapa kali saya praktikkan saat kebingungan karena tidak punya ide, tetapi hasrat menulis sedang menggelora.

Melalui teknik tersebut, ide-ide yang sebenarnya telah tersimpan dalam otak, diharapkan bisa muncul kembali. Sebab pada dasarnya, ide tersebut telah ada. Tetapi, kita lupa.

Sebelum memulai teknik tersebut, ada baiknya Anda terlebih dahulu menyiapkan alat tulis, baik kertas dengan pulpel, komputer, komputer jinjing, atau gawai. Setelah alat tulis siap, mulailah berpikir satu kata. Berpikirlah dengan cepat.

Tulislah kata yang muncul. Lakukan hal itu sebanyak 20 kali sehingga Anda mendapatkan 20 kata. Ingat, berpikirlah dengan cepat, dan catat kata yang muncul.

Jika pada tahap ini Anda sudah mampu mengeluarkan ide, yang sebelumnya ‘terkurung’ dalam otak Anda, maka Anda tak perlu meneruskan teknik berlatih kata. Anda tinggal membuat artikel dari ide yang Anda ‘temukan’.

Tetapi kalau Anda masih belum ‘mendapatkan’ ide, dan masih mau mencari inspirasi menulis, Anda bisa berlanjut ke tahap kedua.

Dari 20 kata tadi, cobalah untuk membuat lima sampai tujuh kalimat yang saling terkait. Di mana, minimal 70 persen dari 20 kata tersebut, ada dalam kalimat-kalimat yang dibuat. Dan, setiap kata tidak berulang dalam kalimat.

Untuk mudahnya, saya akan memberikan contoh. Misalnya, saya mengingat 20 kata sebagai berikut, baju, sepatu, koin, tempat tidur, pintu, kambing, apel, lari, rumah, ibu, kentang, motor, bus, Bandar Lampung, nenek, kumis, koran, kue, salju, cantik.

Dari 20 kata tersebut, saya membuat kalimat berikut:

Di balik pintu, nenek berdiri. Ia tampak cantik dengan baju merah. Ia baru saja tiba di rumahku dari Bandar Lampung menggunakan bus. Ibu lalu memanggilku yang masih terbaring di atas tempat tidur. Sedikit berlari, aku menghampiri ibu, yang kemudian menyuruhku membawakan kantong berisi apel, kentang, dan beberapa kue yang dibawa nenek. Sekilas, aku melihat nenek membawa koran dengan foto pria berkumis.

Dari uraian kalimat yang dituliskan, Anda bisa mengembangkannya menjadi sebuah artikel baru, baik fiksi maupun nonfiksi. Tentu, Anda bisa menambahkan beberapa ide lain, yang telah muncul kembali di otak Anda.

Bisa juga, Anda membuat artikel yang sama sekali baru, tanpa mengembangkan kalimat yang Anda buat dalam berlatih kata.

Mencari inspirasi menulis dengan berlatih kata merupakan salah satu cara untuk memunculkan ide, yang sebenarnya telah ada di dalam otak. Meski begitu, ada baiknya Anda rajin mencatat ide, sebagaimana saya uraikan dalam artikel Mengawali Tulisan dengan Menabung Ide.

Mencari inspirasi menulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *