Membuat Skenario Film, Sekilas tentang Triangle System

Membuat skenario film merupakan awal perjalanan dalam menghasilkan sebuah film. Pembuatan skenario termasuk dalam tahap praproduksi film.

Sebelum menjelaskan lebih lanjut, saya ingin menyampaikan bahwa isi dalam artikel ini berasal dari Pelatihan Penulisan Naskah Film yang diadakan Universitas Bandar Lampung (UBL) pada 26 November 2008. Adapun, pemateri dalam Pelatihan Penulisan Naskah Film tersebut adalah Jujur Prananto.

Dalam paparannya, ia mengawali dengan menjelaskan peran skenario dalam film. Menurutnya, skenario dalam film kurang lebih sama dengan blueprint atau cetak biru dalam arsitektur.

BACA JUGA: 4 Persiapan Sebelum Wawancara

“Dengan melihat blueprint arsitektur sebuah calon bangunan, kita bisa memperoleh gambaran secara jelas wujud bangunan, yang akan dibangun,” kata Jujur Prananto.

Dalam membuat skenario film, lanjut Jujur Prananto, penggambaran hal yang dilakukan seorang tokoh, juga harus benar-benar jelas. Sehingga, dengan membaca skenario, si pembaca itu sudah bisa memperoleh gambaran secara jelas, tentang film yang akan dibuat, berdasarkan skenario tersebut.

Kemiripan lain antara blueprint arsitektur dengan skenario film adalah adanya kesepakatan.

Blueprint merupakan hasil kesepakatan semua pihak, antara lain arsitek, pemilik bangunan, dan kontraktor. Blueprint akan menjadi panduan bagi semua pihak, dalam membangun bangunan tersebut.

Sementara, skenario adalah panduan semua pihak yang terlibat dalam pembuatan film. Skenario yang dihasilkan pun merupakan kesepakatan semua pihak, yang terlibat dalam pembuatan skenario film.

Menurut Jujur Prananto, bentuk ideal dalam membuat skenario film berawal dari diskusi, antara penulis skenario, sutradara, dan produser. Sistem yang melibatkan tiga pihak tersebut disebut dengan triangle system.

“Itu bukan bentuk baku, tetapi bentuk idealnya seperti itu,” ungkap Jujur Prananto.

Lalu, kenapa sutradara dan produser turut dilibatkan dalam membuat skenario film?

Jujur Prananto mengatakan, seorang penulis skenario film bisa menulis apa saja sesuai inspirasi yang ia dapat. Tetapi saat pembuatan film, sutradara yang akan mengatur peran setiap pemain. Sehingga, sutradara bisa memberikan penilaian, apakah skenario yang ditulis bisa terlaksana atau tidak.

BACA JUGA: Membuat Judul Tulisan yang Menarik, di Awal atau di Akhir

Melalui penilaian tersebut, sutradara bisa memberikan koreksi atas skenario yang ditulis. Dengan tujuan akhir, proses produksi film bisa berjalan lancar.

Terkait keterlibatan produser, Jujur Prananto menerangkan, produser berperan membiayai keperluan pembuatan film mulai praproduksi, produksi, sampai pascaproduksi. Dari skenario yang dibuat, ia akan menilai jumlah biaya yang dibutuhkan. Apabila biaya dianggap terlalu tinggi dan tidak akan sesuai dengan pemasukan yang didapat, produser tentu akan melakukan koreksi terhadap skenario yang ditulis.

“Misal, penulis naskah menulis adegan A berlangsung di luar negeri. Produser lalu menilai biayanya akan mahal. Maka, skenario kemudian diubah yang menyesuaikan,” terang Jujur Prananto.

Dengan penerapan triangle system dalam membuat skenario film, panduan dalam pembuatan film diharapkan bisa efektif sejak awal. Film yang dihasilkan pun bisa menjadi tontonan yang layak. Lebih lanjut, penjelasan Jujur Prananto bisa dibaca di Tahap Pembuatan Skenario Film (1).

membuat skenario film

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *