Membuat Kerangka Karangan hingga Menjadi Tulisan

Anda sudah punya ide tema yang akan dibuat tulisan, tetapi masih bingung harus mulai menulis dari mana? Untuk mengatasi masalah itu, Anda perlu membuat kerangka karangan, sebelum Anda mulai menulis.

Kerangka karangan akan menjadi panduan supaya tulisan Anda tetap fokus pada tema. Dan, tulisan bisa ‘mengalir’ antarparagraf, antarkalimat, hingga antarkata. Sehingga, pembaca akan nyaman melihat untaian huruf yang Anda buat hingga akhir.

Melalui tulisan ini, saya akan mencoba menguraikan tahap demi tahap dalam membuat kerangka karangan.

BACA JUGA: Persiapan Sebelum Menulis, Ciptakan Suasana Nyaman

Pertama-tama, uraikan tema besar yang Anda miliki menjadi beberapa subtema yang lebih kecil.

Misalkan, saya mau memiliki tema Perjalanan Mudik. Maka, subtema yang mau saya buat adalah macet, persiapan mudik, melihat sawah dan gunung, bertemu nenek, istirahat makan. Kuncinya, subtema yang terlintas dalam pikiran Anda, segera tuliskan saja. Pada tahap ini, Anda tak perlu berpikir, apakah subtema yang Anda tulis memiliki keterkaitan dengan tema besar Anda atau tidak.

Setelah mendapatkan subtema, tahap selanjutnya adalah menyusun subtema itu berdasarkan urutan tulisan yang ingin Anda buat.

Dari contoh saya, subtema saya susun menjadi persiapan mudik, macet, istirahat makan, melihat gunung dan sawah, dan bertemu nenek.

Pada tahap penyusunan, Anda sekaligus bisa melakukan evaluasi. Jika pada tahap pertama Anda langsung menulis subtema yang terlintas di pikiran, pada tahap ini, Anda harus mempertimbangkan apakah subtema yang Anda buat memiliki keterkaitan dengan tema besar Anda atau tidak.

Jika tidak, Anda tentu harus menghilangkan subtema itu dari susunan yang sedang Anda buat. Sebaliknya, jika Anda merasa perlu menambahkan subtema baru yang dianggap sesuai dengan tema besar, maka lakukanlah. Anda pun dapat langsung menempatkan subtema tambahan itu dalam susunan subtema yang Anda buat.

Usai menyusun subtema, kembangkan subtema-subtema tersebut ke subtema yang lebih kecil lagi. Satu subtema yang lebih kecil tersebut, nantinya akan menjadi pokok pikiran sebuah paragraf. Dengan demikian, Anda sudah dapat mengetahui jumlah paragraf pada tulisan yang hendak Anda buat.

BACA JUGA: Mencari Inspirasi Menulis dengan Berlatih Kata

Subtema yang lebih kecil dibuat dalam susunan yang teratur, serupa dengan subtema yang masih lebih luas sebelumnya.

Mari kembali ke contoh subtema yang saya buat. Misalkan pada subtema persiapan mudik, saya kembangkan lagi menjadi penentuan tanggal mudik, membawa kendaraan ke bengkel, mempersiapkan pakaian yang akan dibawa, dan mencari informasi lalu lintas. Begitu pula pada subtema kedua, ketiga, dan seterusnya, saya kembangkan lagi menjadi subtema yang lebih kecil.

Sampai pada tahap ini, gambaran tulisan yang akan Anda buat sebenarnya telah terlihat. Bisa dikatakan, draf kasar tulisan Anda sudah terbentuk. Sekarang, Anda tinggal membalut draf itu dengan rapi supaya tulisan ciamik Anda terpampang.

Dari satu subtema yang lebih kecil, perluas lagi menjadi tiga sampai empat pokok pikiran. Tiga sampai empat pokok pikiran tersebut akan menjadi jumlah kalimat yang dibuat.

Sebenarnya, jumlah pokok pikiran yang dibuat bisa lebih dari empat. Tetapi umumnya, satu paragraf hanya berisi tiga sampai empat kalimat. Hal itu supaya paragraf tetap fokus menjelaskan sebuah subtema. Sehingga, pesan yang ingin Anda dalam paragraf menjadi jelas.

Usai pokok pikiran kalimat selesai dibuat, selanjutnya, Anda bisa mulai menulis. Hal itu dilakukan dengan mengembangkan setiap pokok pikiran menjadi kalimat utuh.

Kembali ke contoh sebelumnya. Misalkan, subtema lebih kecil yang saya buat tentang penentuan tanggal mudik, saya kembangkan menjadi empat pokok pikiran, berupa waktu libur Lebaran, waktu terakhir kerja, perkiraan puncak arus mudik, dan menetapkan tanggal mudik.

Maka, saya sudah bisa membuat sebuah paragraf dengan empat kalimat, seperti ini:

Pada 2016, Lebaran jatuh pada 6 Juli. Sementara, cuti panjang Lebaran sudah dimulai pada 2 Juli. Karena tanggal 2 dan 3 Juli jatuh pada Sabtu dan Minggu, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada tanggal itu. Untuk menghindari kepadatan lalu lintas pada puncak arus mudik, saya memutuskan mudik pada 4 Juli yang jatuh pada Senin.

Dengan demikian, paragraf pertama telah selesai dibuat. Ulangi tahap tersebut untuk membuat paragraf-paragraf berikutnya. Sampai akhirnya, seluruh tulisan selesai Anda buat.

Pada setiap tahap, Anda bisa melakukan evaluasi. Jika merasa ada subtema atau pokok pikiran yang dirasa tidak sejalan dengan tema, Anda bisa segera menghapusnya.

Terkadang, saat menulis, muncul ide baru yang sebenarnya tidak sesuai tema. Saran saya, simpan saja ide tersebut untuk dibuat tulisan baru yang terpisah. Metode itu disebut juga dengan menabung ide. Baca selengkapnya tentang Mengawali Tulisan dengan Menabung Ide.

Di akhir tulisan ini, saya ingin menyampaikan bahwa seluruh proses yang telah dijelaskan di atas, hanyalah salah satu cara dalam membuat kerangka karangan. Bagi sebagian orang, cara tersebut mungkin terlihat sulit, dan juga membutuhkan banyak waktu, untuk menghasilkan sebuah tulisan.

Tetapi dengan sering berlatih, Anda tentu akan terbiasa melakukan hal itu. Bahkan pada kemudian hari, Anda bisa saja memotong beberapa tahap dalam membuat kerangka karangan tersebut.

Dan bukan tidak mungkin, ketika sudah menjadi penulis andal, Anda cukup membuat kerangka karangan dalam pikiran saja. Semoga sukses.

membuat kerangka karangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *