Membuat Kerangka Karangan dengan Teknik Visualisasi

Cara membuat kerangka karangan dengan teknik visualisasi mungkin bukan metode baru. Metode ini biasanya digunakan oleh penulis, yang sudah terbiasa menggunakan kerangka karangan “konvensional”. Sehingga, mereka tidak lagi membuat kerangka karangan dalam bentuk draf, tetapi hanya berupa visualisasi.

Untuk mengetahui lebih jelas mengenai proses pembuatan kerangka karangan secara umum, lihat Membuat Kerangka Karangan hingga Menjadi Tulisan.

Kembali ke teknik visualisasi, penggambaran teknik visualisasi bisa dilihat pada film Rush. Film tersebut sebenarnya menceritakan kisah persaingan dua juara dunia formula satu era 1970-an, yakni James Hunt dan Niki Lauda.

Salah satu adegan dalam film itu, memperlihatkan James Hunt menggunakan teknik visualisasi, sebelum mengikuti balapan di Monaco.

Di bengkelnya, James Hunt mengambil posisi tidur sambil memegang setir mobil. Kakinya ditekuk seolah-olah sedang memainkan gas mobil.

Sambil terpejam, ia membayangkan sedang balapan di Sirkuit Monaco. Ia memvisualisasikan setiap tikungan dalam pikirannya.

Tidak hanya itu, ia juga membayangkan hal yang ia lakukan, saat melalui setiap titik di Sirkuit Monaco. Ia menurunkan kecepatan ketika menemui tikungan, dan menekan pedal gas saat menemui jalur lurus.

“Teknik visualisasi yang membantuku mengingat tikungan sirkuit ini, Monaco, balapan berikutnya,” kata James Hunt, pada salah satu dialog dalam film Rush.

Hampir serupa dengan hal yang dilakukan James Hunt, teknik visualisasi dalam membuat kerangka karangan, juga dilakukan dengan membayangkan.

Bedanya, James Hunt membayangkan Sirkuit Monaco yang memang sudah dibangun sebelumnya. James Hunt hanya memvisualisasikan kondisi saat ia akan menggunakan sirkuit tersebut.

Sementara dalam membuat kerangka karangan dengan teknik visualisasi, si penulis yang membuat “fondasi” tulisan hingga menjadi “bangunan” tulisan yang utuh.

Kerangka Karangan Tanpa Draf

Pembuatan kerangka karangan dengan teknik visualisasi sebenarnya serupa dengan membuat kerangka karangan pada umumnya. Hanya saja, kerangka karangan tersebut tidak ditulis.

Penulis membuat kerangka karangan dengan hanya menyimpannya di dalam otak. Biasanya, kerangka karangan tersebut berupa ide umum, yang belum menjelaskan detail-detailnya. Meski begitu, bayangan tentang detail tersebut sudah terbentuk.

BACA JUGA: 5 Contoh Konsistensi dalam Membuat Kalimat

Saya membuat artikel ini berdasarkan kerangka karangan dengan teknik visualisasi.

Awalnya, ide membuat artikel ini muncul usai saya menonton film Rush. Pada adegan yang sudah saya jelaskan di atas, saya merasa hal itu memiliki kesamaan dengan teknik visualisasi, yang memang sudah saya terapkan sejak beberapa tahun lalu.

Meskipun, saya baru bisa menerapkan teknik visualisasi pada tulisan-tulisan pendek. Untuk tulisan panjang, saya masih menggunakan kerangka karangan yang ditulis.

Usai saya menonton film Rush, saya mencoba membuat alur kerangka karangan, tanpa pernah menuliskannya pada media apapun. Saya hanya merangkai alur tersebut dalam pikiran saya.

Alur tersebut berupa:
1. Cara James Hunt memvisualisasikan Sirkuit Monaco di film Rush.
2. Bagaimana cara membuat kerangka karangan dengan teknik visualiasi.
3. Cara saya membuat artikel ini sebagai contoh membuat kerangka karangan dengan teknik visualisasi.

Saya sempat beberapa kali berusaha mengubah alur tersebut. Tetapi pada akhirnya, saya memilih alur di atas untuk dibuat artikelnya.

Saat penulisan artikel, saya baru mengembangkan setiap alur tersebut, menjadi lebih detail.

Pada alur pertama, di mana James Hunt memvisualisasikan Sirkuit Monaco di film Rush, saya membuat detail dengan menjelaskan terlebih dahulu isi film Rush secara singkat.

Lalu, saya memaparkan tentang adegan yang membuat tertarik, yaitu saat James Hunt melakukan teknik visualisasi. Terakhir, saya menjelaskan dengan detail hal yang dilakukan James Hunt pada adegan tersebut.

Hal serupa saya terapkan pada alur kedua dan ketiga.

Pada artikel ini, saya tidak melakukan perubahan terhadap kerangka karangan yang saya buat, saat proses menulis mulai dilakukan. Tetapi pada beberapa artikel lain yang saya buat, saya terkadang mengubah kerangka karangan, ketika sudah mulai menulis.

BACA JUGA: 4 Langkah Sederhana Menjadi Penulis

Saya kira, hal itu tidak bermasalah jika memang tulisan yang dihasilkan lebih berkualitas.

Demikian, pemaparan terkait cara membuat kerangka karangan dengan teknik visualisasi. Semoga bermanfaat.

kerangka karangan dengan teknik visualisasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *