Membuat Judul Tulisan yang Menarik, di Awal atau di Akhir

Membuat judul tulisan yang menarik adalah hal penting yang perlu mendapat perhatian seorang penulis. Karena dengan judul yang menarik, hal itu akan menjadi pancingan, supaya pembaca mau membaca tulisan kita.

Dalam sebuah diskusi ringan yang saya ikuti bertahun-tahun lalu, ada sebuah pertanyaan yang akhirnya menjadi bahan pembahasan. Pertanyaan itu berbunyi, “Mana yang lebih baik, membuat judul terlebih dahulu baru menulis artikelnya, atau menulis artikel terlebih dahulu baru membuat judul?”

Beberapa di antara kami pun mengemukakan pendapat masing-masing.

BACA JUGA: Mencari Inspirasi Menulis dengan Berlatih Kata

Buat saya, pada awal-awal mulai menulis, saya terbiasa membuat judul terlebih dahulu, baru menuliskan artikelnya secara lengkap. Dengan cara itu, saya bisa membuat tulisan saya tetap fokus.

Sebab, judul yang saya buat telah merepresentasikan isi artikel yang akan dibikin selanjutnya. Judul telah berisi ide atau pesan utama yang akan disampaikan dalam artikel.

Maklum, sebagai penulis pemula, terkadang ide-ide baru bermunculan saat sedang menulis. Dan, saya langsung memasukkan ide-ide tersebut ke dalam tulisan yang sedang saya buat.

Meskipun sebelum mulai menulis, saya telah membuat kerangka karangan. Tetapi tetap saja, saya merasa ide-ide yang baru bermunculan itu tampak bagus, bila ditambahkan ke dalam tulisan yang sedang saya buat.

Padahal, ide-ide tersebut kerap tak sejalan dengan isi tulisan yang sedang saya buat. Alhasil, tulisan saya menjadi tidak fokus. Pembaca tentu akan kesulitan menangkap pesan dalam tulisan saya.

Jika hal itu terjadi, saya biasanya akan melongok kembali judul yang telah saya buat. Kemudian, saya menyisir satu per satu kalimat yang tidak sesuai dengan ide awal, yang sudah terkandung dalam judul.

Dan akhirnya, saya menghapus kalimat-kalimat yang membuat artikel saya menjadi tidak fokus.

Seiring perkembangan waktu, saya mulai mengubah cara menulis saya. Saya mencoba untuk menulis isi artikel terlebih dahulu, dan membuat judul saat isi artikel telah selesai.

Persoalan ide-ide baru yang muncul tiba-tiba, terkadang masih ‘menyerang’. Tetapi ketika itu, saya telah mampu untuk fokus dalam menuangkan ide ke dalam tulisan. Dalam artian, saya terlebih dahulu menghafal urutan kerangka karangan dalam otak saya, dan tak acuh dengan ide-ide baru yang bermunculan.

Berdasarkan pengalaman saya, dengan menggunakan cara kedua, yakni menulis artikel terlebih dahulu baru membuat judul, saya merasa bisa membuat judul yang lebih menarik, dibanding menggunakan cara pertama.

Sebab, saya memiliki banyak pilihan judul dari kata, frasa, atau kalimat dalam artikel yang sudah saya buat. Saya tinggal memilih, mengambil, lalu menjadikannya judul.

Kondisi itu berbeda saat saya telah lebih dulu membuat judul, baru menuliskan isi artikel. Saya harus meraba pilihan judul yang akan saya gunakan. Karena, isi artikel sama sekali belum ada. Dan, hal tersebut cukup menyita waktu.

Tetapi tentu, pengalaman setiap orang berbeda dalam membuat judul tulisan yang menarik.

Kekinian, saya justru mengolaborasi kedua pilihan pembuatan judul tersebut. Di mana, saya menetapkan sebuah judul terlebih dahulu baru menuliskan isi artikel.

Tetapi setelah isi artikel rampung, saya akan kembali melihat judul yang sudah saya buat. Apabila ada kata, frasa, atau kalimat dalam artikel yang bagus untuk dijadikan judul, saya pun memilih untuk mengganti judul yang telah saya buat di awal. Jika tidak, saya akan membiarkan judul seperti mulanya.

BACA JUGA: Persiapan Sebelum Menulis, Ciptakan Suasana Nyaman

Hal yang saya terapkan belum tentu memiliki hasil yang sama dengan orang lain. Tentunya, hal itu hanya bisa diketahui dengan cara mencoba, apakah Anda akan nyaman dengan membuat judul dahulu baru menulis isi artikel, atau sebaliknya?

Itu menjadi pilihan masing-masing penulis. Kondisi tersebut pun menjadi kesimpulan dalam diskusi ringan, yang saya ikuti bertahun-tahun lalu.

Karena, tujuan utamanya adalah membuat judul tulisan yang menarik. Sehingga, pembaca tertarik membaca tulisan Anda. Selamat mencoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *