Latihan Menulis, Mulai dengan Kalimat Sederhana

Sebelum mulai ke tahap praktik, sebagai awalan latihan menulis, saya akan memaparkan sedikit teori menulis, khususnya tentang kalimat. Teori ini cukup penting untuk diketahui, sebagai dasar latihan menulis.

Mengutip artikel Definisi dan Contoh Kalimat SPOK yang Benar di laman Kelasindonesia.com, kalimat yang baik dan benar adalah kalimat yang memiliki unsur-unsur kalimat di dalamnya.

BACA JUGA: 5 Contoh Konsistensi dalam Membuat Kalimat

Adapun, unsur kalimat terdiri dari subyek (S), predikat (P), obyek (O), keterangan (K), dan pelengkap (Pel).

Kelima unsur tersebut bisa membentuk delapan pola kalimat, berupa S-P, S-P-O, S-P-Pel, S-P-O-Pel, S-P-O-Pel-K, S-P-K, S-P-O-K, dan S-P-Pel-K.

Sementara, merujuk buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Ketiga karya Hasan Alwi dkk, kalimat mengandung unsur paling tidak subyek dan predikat, tetapi telah dibubuhi intonasi atau tanda baca.

Selain kalimat, ada pula istilah klausa. Istilah klausa dipakai untuk merujuk pada deretan kata, yang paling tidak memiliki subyek dan predikat, tetapi belum memiliki intonasi atau tanda baca tertentu.

Ditinjau dari jumlah klausa, kalimat terbagi menjadi kalimat tunggal dan kalimat majemuk.

Kalimat tunggal adalah kalimat yang proposisinya satu. Karena itu, predikatnya pun satu, atau dianggap satu karena merupakan predikat majemuk.

Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri atas lebih dari satu proposisi, sehingga mempunyai paling tidak dua predikat, yang tidak dapat dijadikan suatu kesatuan.

Hingga saat ini, saya sebenarnya tak terlalu hafal teori di atas. Sebagai panduan untuk latihan menulis, saya fokus pada dua hal dari unsur kalimat, yaitu subyek dan predikat.

Seperti disebutkan di atas, kalimat mengandung unsur paling tidak subyek dan predikat. Sehingga, menurut saya, kedua unsur itu cukup menjadi panduan untuk membuat kalimat sederhana.

BACA JUGA: 4 Langkah Sederhana Menjadi Penulis

Melalui kalimat sederhana, pesan dalam kalimat lebih mudah tersampaikan. Dengan alasan itu, beberapa mentor saya pun menyarankan supaya saya, sebisa mungkin, menggunakan kalimat sederhana, berupa kalimat tunggal, dibanding kalimat majemuk.

Terus terang, saya justru terkadang lebih kesulitan membuat kalimat sederhana. Meski begitu, saya tetap memberikan prioritas untuk membuat kalimat sederhana.

Sebab, hal utama dari kegiatan menulis adalah menyampaikan pesan dalam isi tulisan. Semakin mudah pesan dapat dimengerti pembaca, maka tulisan tersebut bisa dianggap semakin berkualitas. Dan menurut saya, penulis yang membuat tulisan tersebut, bisa disebut penulis profesional.

Belajar Menulis dengan Subyek dan Predikat

Sebenarnya, latihan menulis yang saya terapkan, tidak saklek hanya menggunakan subyek dan predikat. Setelah predikat, obyek dan keterangan maupun pelengkap bisa ditambahkan.

Meski begitu, saya mencoba tidak terlalu menanggapi ketiga unsur kalimat yang terakhir disebutkan.

Alasannya, saya tak ingin terlalu pusing memikirkan pola kalimat yang dibentuk. Hingga akhirnya, saya malah kesulitan membuat kalimat.

Sebagai awalan latihan menulis, Anda bisa belajar memaparkan hal yang Anda lakukan saat bangun tidur.

Saya akan coba memberi contoh kegiatan, saat saya bangun tidur.

Saya bangun tidur. Saya duduk di pinggir kasur. Saya minum segelas air. Saya mengambil handuk. Saya pergi ke kamar mandi.

Anda tentu bisa meneruskan kalimat-kalimat di atas dengan lebih baik.

BACA JUGA: 7 Kesalahan Penulisan, Mubazir Kata

Anda bisa terus mengulangi latihan tersebut terus menerus. Meski begitu, Anda harus mencoba menuliskan hal baru setiap hari, yang tidak Anda tulis pada hari sebelumnya.

Jika Anda bukan orang yang terbiasa menulis, Anda bisa mencoba latihan cukup dengan menulis dua paragraf setiap hari. Setiap paragraf, Anda bisa menulis empat kalimat.

Kalau Anda sudah merasa ringan menulis dua paragraf, Anda bisa mulai latihan menulis sebanyak tiga paragraf. Begitulah seterusnya, Anda bisa semakin menambah jumlah paragraf, saat latihan sudah mulai terasa ringan.

Seiring peningkatan jumlah paragraf, bahan tulisan pun bisa bertambah. Anda bisa beralih ke hal yang lebih luas.

Bila pada awal latihan menulis, Anda menceritakan saat bangun tidur, Anda bisa meningkatkan “level” latihan dengan menuliskan hal yang Anda lakukan sepanjang hari. Hal itu semacam menulis buku harian.

Tetapi ingat, Anda harus tetap latihan menulis dengan kalimat tunggal, dengan mengutamakan penggunaan subyek dan predikat. Memang, pada beberapa bagian, penerapan latihan tersebut terkadang membuat antarkalimat seolah “melompat”. Hal itu karena ketiadaan kata penghubung.

Ketika Anda menyadari ada hal yang “melompat”, maka secara tidak langsung, “level” latihan Anda sebenarnya semakin meningkat. Karena, Anda telah semakin peka dalam membuat kalimat. Anda pun bisa mulai menggunakan kata sambung di awal kalimat, yang Anda rasa perlu.

Untuk latihan menulis selanjutnya, Anda bisa membaca Teknik Menulis Deskripsi, Berlatih dengan Mata.

 

latihan menulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments