Kalimat Efektif – Membuat Tulisan Enak Dibaca 1

Kalimat efektif merupakan satu di antara beberapa hal yang perlu diperhatikan, dalam membuat tulisan yang enak dibaca.

Sebelum ke penjelasan lebih lanjut, artikel ini dibuat dengan tujuan sebagai pengetahuan dasar, dalam belajar menulis. Sehingga, hal yang disampaikan berupa metode-metode tingkat dasar.

Pada tingkatan yang lebih tinggi, metode-metode dasar ini diharapkan bisa menjadi fondasi, dalam membuat tulisan yang enak dibaca.

Pembahasan dalam artikel ini akan dimulai dari tujuan penggunaan kalimat efektif. Pada bagian akhir artikel, beberapa referensi lain tentang kalimat efektif juga akan disampaikan.

Pada dasarnya, kalimat efektif bertujuan supaya pembaca cepat memahami isi tulisan. Pembaca bisa dengan mudah mengetahui pesan yang terkandung dalam kalimat, sesuai maksud yang ingin disampaikan penulis.

Karena itu, seorang penulis harus sebisa mungkin menyampaikan pesan yang jelas, dalam setiap kalimat yang dibuat.

Perhatikan, dua kalimat berikut ini.

  1. Sebagai karyawan ayah di gedung bertingkat bekerja.
  2. Ayah bekerja di kantor.

Dari dua kalimat tersebut, mana kalimat yang lebih mudah Anda pahami?

Jika Anda menjawab kalimat kedua, kita punya pilihan yang sama.

Mengapa kalimat kedua lebih mudah dipahami?

Alasannya sederhana. Karena, kalimat kedua menerapkan teori kalimat efektif.

Sehingga, pesan yang terkandung dalam kalimat, mudah dipahami pembaca.

Dalam membuat kalimat efektif, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

  1. Kenali Unsur Kalimat dan Pola Kalimat

Seorang penulis wajib mengetahui kedua teori tersebut. Akan lebih baik, seorang penulis menghafal kedua teori itu.

Unsur kalimat terdiri dari subjek (S), predikat (P), objek (O), pelengkap (Pel), dan keterangan (K).

Dari kelima unsur itu, ada delapan pola kalimat dasar yang bisa dibuat, yaitu S-P, S-P-O, S-P-Pel, S-P-O-Pel, S-P-O-Pel-K, S-P-K, S-P-O-K, dan S-P-Pel-K.

Artikel ini tidak memberikan penjelasan detail mengenai unsur kalimat dan pola kalimat. Penjelasan lengkap terkait unsur kalimat dan pola kalimat, bisa dibaca di artikel 5 Unsur Kalimat dan Kesalahan dalam Penulisan.

Seperti disebutkan sebelumnya, seorang penulis setidaknya mengenal unsur kalimat dan pola kalimat. Karena itu, artikel ini hanya memberikan pengenalan terhadap unsur kalimat dan pola kalimat.

Seorang penulis harus mengenal unsur kalimat dan pola kalimat karena kedua hal itu berhubungan dengan kalimat efektif. Sebab, kalimat efektif hanya bisa terbentuk apabila sesuai pola kalimat.

Memang, kedua teori tersebut sejatinya dihafalkan, untuk memudahkan penulis dalam membuat kalimat efektif. Meski begitu, ada trik khusus yang bisa digunakan, jika penulis ternyata belum hafal kedua teori itu.

Bagaimana menerapkan trik khusus tersebut?

Simak, penjelasan berikut ini.

telunjukjempol.com

  1. Awali dengan Subjek dan Predikat

Seperti dijelaskan sebelumnya, ada delapan pola kalimat dasar yang bisa dibuat.

Jika diperhatikan, seluruh pola kalimat itu diawali dengan subjek. Lalu berikutnya, ada predikat. Silakan, Anda lihat lagi pada penjelasan sebelumnya, untuk memastikan hal tersebut.

Karena itu, hal yang perlu diingat adalah menempatkan subjek, dan diikuti predikat, pada awal kalimat. Setelah itu, ketiga unsur lain bisa menjadi pilihan untuk ditempatkan, setelah predikat.

Penerapan pola kalimat yang benar, akan memudahkan penyampaian pesan dalam kalimat.

Simak, dua kalimat berikut.

  1. Ibu memasak di dapur.
  2. Di dapur ibu memasak.

Kalimat pertama memiliki pola S-P-K. Subjek di awal, dan diikuti predikat.

Kalimat pertama memiliki pesan bahwa ibu sedang melakukan kegiatan memasak di dapur. Pesan yang disampaikan cukup jelas dan mudah dipahami.

Sementara, pola kalimat dalam kalimat kedua tidak jelas. Hal itu membuat kalimat tersebut menjadi multitafsir.

Kalimat itu bisa bermakna ibu sedang memasak di dapur. Bisa juga, ada orang sedang memasak di dapur ibu. Atau justru, dapur ibu yang sedang memasak.

Karena selalu berada di awal kalimat, subjek dan predikat disebut sebagai unsur inti. Keberadaan unsur inti berkaitan dengan penjelasan selanjutnya tentang kalimat efektif.

Simak, pemaparannya berikut ini.

  1. Prioritaskan Kalimat Tunggal

Penjelasan dalam bagian ini diawali sedikit teori, mengenai kalimat tunggal dan kalimat majemuk.

Kalimat tunggal merupakan kalimat yang terdiri dari unsur inti. Kalimat tersebut boleh diperluas dengan unsur tambahan, berupa objek, pelengkap, atau keterangan. Syaratnya, seluruh unsur tersebut hanya membentuk satu pola kalimat.

Berikut, contoh kalimat tunggal.

  1. Bapak pulang. (S-P)
  2. Adik menulis surat di kertas. (S-P-O-K)

Sementara, kalimat majemuk terbentuk dari dua pola kalimat atau lebih.

Berikut, contoh kalimat majemuk.

  1. Ibu pergi ke pasar dan ayah berangkat ke kantor.
  2. Perempuan mengenakan baju biru berjalan ke kota.

Kalimat tunggal memiliki prioritas untuk digunakan, saat membuat kalimat efektif. Hal itu supaya pesan yang disampaikan dalam kalimat, mudah dipahami.

Kalimat tunggal yang terdiri dari satu pola kalimat, memiliki satu pesan. Sementara, kalimat majemuk umumnya memiliki lebih dari satu pesan.

Perhatikan, contoh kalimat majemuk di atas.

Pada contoh kesatu, pesan pertama yang muncul adalah ibu pergi ke pasar. Sementara, pesan keduanya adalah ayah pergi ke kantor.

Pada contoh kedua, pesan pertama yang muncul adalah ada seorang perempuan memakai baju biru. Sedangkan, pesan keduanya adalah perempuan itu sedang berjalan ke kota.

Kalimat yang mengandung lebih dari satu pesan, rawan terjadi kekeliruan pemaknaan. Untuk menghindari hal tersebut, setiap kalimat diharapkan hanya berisi satu pesan.

Karena itu, penulis sebaiknya memiliki prioritas untuk membuat kalimat tunggal. Sebab sebenarnya, kalimat majemuk bisa diurai menjadi dua atau lebih kalimat tunggal. Sehingga, pesan yang disampaikan bisa lebih mudah dimengerti.

Kembali pada contoh kalimat majemuk di atas, kalimat pertama bisa dipecah menjadi dua kalimat tunggal berikut ini.

  1. Ibu pergi ke pasar.
  2. Ayah berangkat ke kantor.

Sementara, contoh kalimat kedua bisa diubah sebagai berikut.

  1. Perempuan mengenakan baju biru.
  2. Perempuan itu berjalan ke kota.

Jika ternyata kalimat majemuk sulit diurai menjadi kalimat tunggal, pesan yang disampaikan harus sebisa mungkin mudah dimengerti. Caranya, hemat dalam penggunaan kata.

  1. Berprinsip Hemat Kata

Sebenarnya, penghematan dalam penggunaan kata berlaku pada kalimat tunggal maupun kalimat majemuk.

Prinsipnya sederhana, semakin sedikit kata dalam kalimat, semakin mudah pesan terbaca.

Beberapa ahli menyatakan, satu kalimat tunggal maksimal berisi 10 kata. Ada pula yang mengatakan paling banyak 12 kata. Sementara, kalimat majemuk bisa memiliki antara 17 kata sampai 19 kata.

Aturan baku penggunaan kata dalam sebuah kalimat, sebenarnya tak ada.

Meski begitu, ada cara mudah untuk mengetahui, apakah kalimat yang Anda buat terlalu panjang atau tidak.

Anda bisa coba membaca kalimat yang dibuat dalam satu tarikan napas. Jika napas Anda sudah habis sebelum selesai membaca satu kalimat, berarti, kalimat itu terlalu panjang.

Pada kalimat majemuk yang penggunaan katanya lebih banyak dibanding kalimat tunggal, tanda koma digunakan di dalam kalimat. Satu di antara fungsi tanda koma supaya pembaca bisa mengambil jeda napas, saat menyelesaikan membaca satu kalimat.

Meski begitu, prioritas pertama tetap berupaya hemat dalam penggunaan kata.

Contoh mengenai prinsip hemat dalam penggunaan kata bisa dilihat di artikel 7 Kesalahan Penulisan, Mubazir Kata.

Demikian, penjelasan mengenai kalimat efektif. Sebagaimana disampaikan sebelumnya, artikel ini dibuat dengan tujuan sebagai pengetahuan dasar, dalam belajar menulis. Sehingga, hal yang dijelaskan berupa metode-metode tingkat dasar.Penjelasan yang diberikan, ditulis berdasarkan pengalaman penulis.

Meski begitu, uraian ahli mengenai kalimat efektif juga akan disampaikan pada artikel ini.

Kalimat Efektif dalam Buku Kebahasaan

Dalam buku berjudul Kebahasaan, yang diterbitkan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Bahasa pada 2009, kalimat efektif adalah kalimat yang memiliki kemampuan untuk memunculkan gagasan-gagasan pada pikiran pendengar atau pembaca, seperti apa yang adadalam pembicara atau penulis kalimat itu. Misalnya, melalui kalimat yang efektif gagasan pembicara atau penulis, gagasan itu dapat diterima oleh pembaca atau pendengar secara utuh. (Zaenal Arifin, 2008: 74)

telunjukjempol.com

Kalimat efektif tidak sekadar menghadirkan subjek, predikat, objek, dan keterangan, tetapi menghendaki tataran yang lebih tinggi dan luas daripada itu,yaitu kesepadanan strukur, keparalelan bentuk, ketegasan makna, kehematan kata, kecermatan penalaran, kepaduan gagasan, dan kelogisan bahasa. Dengan demikian, kalimat efektif dapat dipandang sebagai kalimat yang lebih dari baku (baku plus). (Zaenal Arifin, 2008: 74-75)

Ciri-ciri kalimat efektif:

  1. Kesatuan gagasan, maksudnya subjek, predikat, dan unsur lainnya saling mendukung dan membentuk kesatuan tunggal.
  2. Kesejajaran, penggunaan frase dan bentuk kata memiliki kesamaan fungsi dan bentuknya.
  3. Kehematan,setiap kata memiliki fungsi yang jelas tidak menggunakan kata-kata yang tidak perlu.
  4. Penekanan,menonjolkan bagian yang terpenting dalam kalimat.
  5. Kelogisan, kkalimat harus mudah dipahami.

Kalimat Efektif pada Artikel Kalimat dalam Bahasa Indonesia

Pengertian kalimat efektif berikutnya disampaikan Nina Widyaningsih dalam artikel berjudul Kalimat dalam Bahasa Indonesia. Artikel tersebut bisa diunduh pada tautan http://lecturer.ukdw.ac.id/othie/PengertianKalimat.pdf.

Artikel tersebut menyebutkan, kalimat efektif adalah kalimat yang memiliki kemampuan untuk menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada pikiran pendengar atau pembaca, seperti apa yang ada dalam pikiran pembicara atau penulis. Kalimat sangat mengutamakan keefektifan informasi itu sehingga kejelasan kalimat itu dapat terjamin.

Sebuah kalimat efektif mempunyai ciri-ciri khas, yaitu kesepadanan struktur, keparalelan bentuk, ketegasan makna, kehematan kata, kecermatan penalaran, kepaduan gagasan, dan kelogisan bahasa.Berikut, rangkuman ciri-ciri khas tersebut.

Kesepadanan adalah keseimbangan antara pikiran (gagasan) dan struktur bahasa yang dipakai. Kesepadanan kalimat diperlihatkan pada kesatuan gagasan yang kompak, dan kepaduan pikiran yang baik.

Keparalelan adalah kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat itu. Artinya, kalau bentuk pertama menggunakan verba, bentuk kedua juga menggunakan verba.

Ketegasan atau penekanan ialah suatu perlakuan penonjolan pada ide pokok kalimat. Dalam sebuah kalimat, ada ide yang perlu ditonjolkan. Kalimat itu memberi penekanan atau penegasan pada penonjolan itu.

Kehematan dalam kalimat efektif adalah hemat mempergunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu. Kehematan tidak berarti harus menghilangkan kata-kata yang dapat menambah kejelasan kalimat. Penghematan mempunyai arti penghematan terhadap kata yang memang tidak diperlukan, sejauh tidak menyalahi kaidah tata bahasa.

Kecermatan adalah bahwa kalimat itu tidak menimbulkan tafsiran ganda. Dan, tepat dalam pilihan kata.

Kepaduan adalah kepaduan pernyataan dalam kalimat itu, sehingga informasi yang disampaikannya tidak terpecah-pecah.

Kelogisan dalam kalimat efektif adalah ide kalimat itu dapat diterima akal dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku.

kalimat efektif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment