Judul Menarik, Perhatikan Kata Kunci dan Pendek

Dalam sebuah tulisan, judul memegang peranan penting. Karena peran penting itulah, para penulis selalu berupaya membuat judul menarik, dalam setiap tulisan mereka. Sebenarnya, bagaimana peran judul dalam tulisan?

Sebagian besar masyarakat memiliki prioritas untuk memenuhi kebutuhan mereka. Termasuk, kebutuhan akan informasi. Mereka hanya akan membaca, mendengarkan, atau menonton informasi yang memang mereka butuhkan.

BACA JUGA: Latihan Menulis, Mulai dengan Kalimat Sederhana

Terlebih pada era modern saat ini, informasi yang beredar di masyarakat sangat banyak. Karena kondisi itu, masyarakat kemudian melakukan seleksi. Mereka akan memilah informasi yang memang mereka butuhkan.

Misalnya, seorang ibu hamil yang akan melahirkan pertama kali. Ia akan berusaha mencari informasi tentang berbagai hal terkait proses kelahiran. Atau, seorang sarjana yang sedang mencari kerja. Ia tentu akan mencari lowongan kerja sesuai strata pendidikannya, dan menyisihkan informasi lowongan kerja lain, yang tak sesuai dengan gelar sarjananya.

Setelah memilah informasi untuk menyesuaikan kebutuhan, masyarakat kemudian akan kembali melakukan seleksi. Kali ini, hal itu dilakukan untuk mencari informasi yang berkualitas, dan menyingkirkan informasi yang tak bermutu.

Sekali lagi, karena banyaknya informasi yang beredar, penentuan informasi yang berkualitas, umumnya tidak dilakukan dengan membaca seluruh informasi yang diterima. Masyarakat hanya membaca judul tulisan.

Sayangnya, judul terkadang tidak selalu merepresentasikan kualitas tulisan. Ada tulisan yang berkualitas, tetapi karena judulnya dianggap kurang menarik, tulisan itu menjadi abai dibaca. Sementara, tulisan yang tak bermutu, tetapi memiliki judul menarik, akhirnya mampu menarik perhatian banyak pembaca.

Judul menarik juga memiliki keunggulan lain, yaitu menggaet pembaca, meski bacaan tersebut sebenarnya tidak termasuk dalam pemenuhan kebutuhannya. Atau dengan kata lain, bacaan tersebut tidak dibutuhkan. Tetapi karena judulnya menarik, maka pembaca berkenan “menelan” tulisan tersebut.

BACA JUGA: Kenapa Saya Harus Menulis?

Menurut saya, ada dua hal yang harus dilakukan dalam membuat sebuah judul. Dua hal tersebut sebenarnya belum menjelaskan tentang cara membuat judul menarik. Tetapi jika ingin membuat judul menarik, dua hal itu sepertinya tidak bisa diabaikan. Kedua hal itu adalah membuat judul pendek dan menaruh kata kunci dalam judul.

Judul Pendek

Aturan mengenai pembatasan jumlah kata dalam sebuah judul, sebenarnya tidak ada. Beberapa ahli pun memiliki pendapat yang berbeda. Ada yang menyebut sebuah judul sebaiknya memiliki maksimal enam kata. Ada pula yang mengatakan, maksimal kata dalam sebuah judul sebanyak sepuluh kata.

Meski begitu, mayoritas ahli sepakat, judul yang semakin pendek, akan semakin baik. Hal itu karena judul yang ringkas, lebih mudah dimengerti dan cepat dicerna pembaca.

Misal, saya menulis judul Perempuan Berbaju Merah Membawa Tas Keranjang untuk Membeli Sayuran. Kemudian, saya meringkas judul itu menjadi Ibu Pergi ke Pasar. Menurut Anda, mana judul yang lebih mudah dimengerti?

Di media cetak, ada alasan lain yang membuat judul harus dibuat pendek. Yaitu, keterbatasan ruang dalam kertas. Sehingga, ringkas umumnya menjadi syarat utama dalam pembuatan judul di media cetak.

BACA JUGA: Membuat Kerangka Karangan dengan Teknik Visualisasi

Di media daring, dengan ruang yang tak terbatas, judul memiliki kesempatan untuk dibuat lebih panjang. Tetapi pada kenyataannya, judul pendek tetap lebih disarankan.

Corey Wainwright dalam artikel berjudul How to Write Catchy Headlines and Blog Titles Your Readers Can’t Resist, pada laman Hubspot, mengatakan, fokus dengan membuat judul di bawah 70 karakter, akan membuat judul tersebut tidak terpotong, saat dimunculkan di search engine (mesin pencari). Pemotongan judul membuat kemunculan artikel di mesin pencari menjadi tidak maksimal.

Terlebih, jika Anda ingin memaksimalkan penggunaan media sosial, untuk menyebarkan tulisan Anda.

Berdasarkan analisis di Hubspot, judul yang memiliki kata antara 12 sampai 14, menerima lebih banyak suka (like) di Facebook. Sementara, judul dengan jumlah kata antara 8 sampai 12, dibagikan lebih banyak di Twitter.

Di Twitter, penggunaan judul pendek tentu menjadi prioritas. Sebab, Twitter hanya memberikan ruang sebanyak 140 karakter dalam setiap cuitan.

Menaruh Kata Kunci

Keberadaan kata kunci (keyword) dalam judul bertujuan memberikan petunjuk tentang isi artikel. Sehingga, dengan membaca judul, pembaca bisa mendapat gambaran, meski hanya sekilas, tentang tulisan yang akan ia baca.

Misalnya, judul artikel ini saya tulis Judul Menarik, Perhatikan Kata Kunci dan Pendek. Kata kunci dalam judul artikel ini adalah frasa judul menarik. Dengan kata kunci tersebut, saya hendak menyampaikan bahwa isi tulisan terkait dengan pembuatan judul yang menarik.

Ketiadaan kata kunci merupakan hal fatal dalam pembuatan judul. Hal itu akan membuat calon pembaca bingung karena tidak mendapatkan petunjuk tentang artikel yang akan dibaca. Alhasil, pembaca enggan meneruskan membaca usai melihat judul.

Di media daring, keberadaan kata kunci mendapat perhatian lebih. Alastair Reid dalam artikel berjudul 9 Ways to Hone a Headline to Perfection, pada laman Journalism.co.uk, menjelaskan, kata kunci berhubungan dengan optimalisasi mesin pencari (search engine optimization). Mesin pencari akan menggunakan kata kunci untuk mengurutkan penempatan-penempatan artikel.

Semakin tinggi posisi artikel di mesin pencari, maka kemungkinan keterbacaan artikel tersebut akan semakin banyak.

Serupa dengan Reid, Wainwright menerangkan, saat Anda telah menetapkan sebuah kata kunci, upayakan menaruh kata kunci itu di bagian-bagian awal judul, untuk menarik perhatian pembaca. Selain itu, keberadaan kata kunci di bagian awal bertujuan supaya tidak terpotong, apabila judul Anda melebihi karakter yang ditentukan, baik di mesin pencari atau media sosial seperti Twitter atau Facebook.

BACA JUGA: Bikin Tulisan Panjang, Jangan Gunakan Kata Sifat

Dengan kemajuan teknologi informasi, internet telah menjadi media yang banyak digunakan orang untuk mencari informasi. Maka, memanfaatkan internet sebagai media untuk menulis, tentu hal itu akan membuat kemungkinan keterbacaan artikel yang Anda tulis, semakin tinggi.

Meski begitu, dengan alasan-alasan yang telah disebutkan di atas, pembuatan judul menarik yang memperhatikan panjang judul dan kata kunci, tentu perlu menjadi perhatian. Semoga bermanfaat.

judul menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

  • Bagaimana cara membuat judul yang tidak membosankan? dan cara membuat judul yang singkat tapi mengena? saya selalu kesulitan mengikuti aturan baku. praktek tetep lebih susah. Makasih, artikelnya menginsiprasi