Chairil Anwar, Si Binatang Jalang Pelopor Angkatan 45

Kurang dari tiga bulan jelang usianya genap 27 tahun, Chairil Anwar mengembuskan napas terakhirnya. Dalam usianya yang singkat itu, Chairil Anwar telah dikenal sebagai penyair besar Indonesia.

Mengutip artikel berjudul Inilah 8 Perempuan Gebetan Penyair Chairil Anwar, yang dipublikasikan di laman Historia.id, Chairil Anwar menghasilkan 70 puisi asli, 4 puisi saduran, 10 puisi terjemahan, 6 prosa asli, dan 4 prosa terjemahan selama hidupnya.

BACA JUGA: Taman Bungkul Surabaya dan Sejarah Empu Supo

Kebanyakan puisinya, merujuk Wikipedia, tidak dipublikasikan hingga kematiannya. Puisi terakhir yang dibuat Chairil berjudul Cemara Menderai sampai Jauh, pada 1949. Sedangkan, karyanya yang paling terkenal berjudul Aku dan Krawang Bekasi.

Semua tulisannya, baik yang asli, modifikasi, atau yang diduga dijiplak, dikompilasi dalam tiga buku, yang diterbitkan Pustaka Rakyat. Ketiga buku itu berjudul Deru Campur Debu (1949), Kerikil Tajam Yang Terampas dan Yang Putus (1949), dan Tiga Menguak Takdir (1950). Buku terakhir merupakan kumpulan puisi Chairil bersama Asrul Sani dan Rivai Apin.

telunjukjempol.com

HB Jassin menobatkan Chairil Anwar sebagai pelopor Angkatan 45, sekaligus puisi modern Indonesia. Chairil lahir di Medan pada 26 Juli 1922. Ia merupakan anak satu-satunya dari pasangan Toeloes dan Saleha, yang berasal dari Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Melansir Merdeka.com, Chairil merupakan putra Mantan Bupati Indragiri, Riau. Ia juga masih memiliki ikatan keluarga dengan Perdana Menteri pertama Indonesia, Sutan Sjahrir.

Chairil Anwar bersekolah di Hollandsch-Inlandsche School (HIS), yang kemudian dilanjutkan di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs MULO. Di sekolah terakhirnya itu, ia tidak menyelesaikan pendidikannya hingga tamat. Walau begitu, Chairil menguasai tiga bahasa, yaitu Inggris, Belanda, dan Jerman.

Ia mulai mengenal dunia sastra di usia 19 tahun. Perkenalan itu terjadi saat ia bersama ibunya pindah ke Jakarta. Perpindahan tersebut terjadi setelah orangtuanya bercerai.

Tak lama setelah mengenal sastra, namanya mulai dikenal ketika tulisannya dimuat di Majalah Nisan pada 1942. Setelah itu, ia menciptakan karya-karya lain yang sangat terkenal, bahkan sampai saat ini, semisal Aku dan Krawang Bekasi. Dari karyanya yang berjudul Aku, Chairil mendapat julukan Si Binatang Jalang.

Sebagaimana disebutkan dalam Wikipedia, Chairil Anwar menikah dengan Hapsah Wiraredja pada 6 Agustus 1946. Mereka dikaruniai seorang putri bernama Evawani Alissa. Meski begitu, usia pernikahan Chairil dan Hapsah tak berlangsung lama. Mereka bercerai pada 1948.

Hapsah disebut bukan satu-satunya wanita yang pernah singgah di hati Chairil. Dalam artikel Inilah 8 Perempuan Gebetan Penyair Chairil Anwar, Chairil dikatakan memiliki banyak penggemar, terutama di kalangan gadis-gadis. Meskipun, penampilannya urakan. Ia digemari karena rupanya bagus, kulitnya putih, dan wajahnya menyerupai Indo.

telunjukjempol.com

Chairil Anwar juga dikenal “pintar” memikat gadis-gadis. Karena, ia mudah berkenalan dengan siapa saja, laki-laki maupun perempuan. “Di antara gadis yang pernah menarik perhatian Chairil ialah Karinah Moordjono, Dien Tamaela, Gadis Rasid, Sri Arjati, Ida, dan Sumirat,” tulis Pamusuk Eneste dalam Mengenal Chairil Anwar.

BACA JUGA: Dibalik Pelajaran Fenomenal Ini Budi

Chairil pun membuat puisi untuk perempuan-perempuan yang mengisi hatinya tersebut. Nama-nama gadis tersebut diabadikan dalam sejumlah sajak Chairil Anwar. Paling sedikit, nama-nama gadis itu disebut dengan tiga cara, yaitu disebut dalam baris-baris sajak (Ida), dijadikan judul sajak (Sumirat, Dien Tamaela, Gadis Rasid, dan Tuti), serta dijadikan sebagai sajak persembahan (Sumirat, Sri Arjati, dan Karinah Moordjono).

Tak lama setelah bercerai dengan istrinya, Chairil Anwar meninggal pada 28 April 1949 di Jakarta. Ada beberapa versi mengenai penyebab kematiannya. Tetapi, penyakit TBC yang ia idap diduga menjadi penyebab kepergiannya. Ia dimakamkan di Karet.

Chairil Anwar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *