Belajar Menulis dengan Bicara

Mungkin, Anda merasa aneh dengan judul artikel ini, Belajar Menulis dengan Bicara, kok bisa?

Jawabannya, bisa. Saya mendapatkan metode tersebut saat saya masih kuliah. Saya akan memaparkan metode tersebut pada artikel ini, dalam bentuk sebuah cerita. Begini ceritanya.

BACA JUGA: Rahasia Menulis Skenario Film ala Raditya Dika

Di salah satu ruangan unit kegiatan mahasiswa (UKM), Tibo, seorang mahasiswa semester awal, duduk dengan gelisah. Ia tampak membolak-balikkan sebuah majalah. Raut wajahnya terlihat muram, dengan dahi yang terus berkerut.

“Kenapa, Bo?” tanya Narius, mahasiswa semester akhir, yang sedari tadi melihat kegelisahan Tibo.

“Ini, gua dapat tugas menulis artikel bebas. Besok harus dikumpul, dan sampai sekarang, gua belum tahu harus nulis apa,” ucap Tibo sambil menarik napas panjang.

“Tugas artikel bebas? Lalu, apa masalah lo sampai belum juga mengerjakan tugas itu?” Narius kembali bertanya. Kini, ia telah duduk di depan Tibo.

Tibo mengangkat wajahnya. Ia mengalihkan pandangannya dari majalah ke wajah Narius.

“Masalahnya sederhana. Gua nggak bisa nulis,” terang Tibo.

“Apa yang membuat lo nggak bisa nulis?” Narius langsung bertanya hanya sesaat setelah Tibo menutup mulut.

Mendapat pertanyaan bertubi-tubi, kekesalan Tibo bertambah. Ia menatap tajam wajah Narius. Tetapi, orang yang dipandangnya hanya tersenyum, sambil memainkan sebatang pulpen di tangan kirinya.

“Banyak,” Tibo berkata setengah hati. Meski begitu, ia tetap menjawab pertanyaan Narius.

Gua bingung menentukan tema. Bingung menemukan ide. Bingung harus mulai nulis dari mana. Nggak ada mood buat nulis. Dan masih banyak lagi,” Tibo melebarkan tangannya selebar-lebarnya, saat mengucapkan kata banyak yang diperpanjang.

Oke. Lo sudah tahu penyebab lo nggak bisa nulis. Terus, lo diam saja,” tegas Narius.

Ia menegakkan posisi duduknya. Matanya tajam menatap Tibo.

Ya, makanya ini gua buka-buka majalah buat cari ide sama tema. Kalau ketemu, gua bakal tulis besok pagi, habis Subuh, biar mood gua masih bagus. Tapi, belum ketemu juga ini idenya,” papar Tibo.

BACA JUGA: Mencari Inspirasi Menulis dengan Berlatih Kata

“Itu. Sudah jelas banget isi artikel lo. Tinggal ditulis saja,” ucap Narius sambil mengubah mimik wajahnya yang serius menjadi lebih santai.

Narius pun merebahkan lagi punggungnya ke sandaran kursi yang ia duduki.

Hah. Jelas bagian mananya? Apa yang harus gua tulis?” Tibo merasa bingung dengan pernyataan Narius.

Tangan kanan Narius mengambil ponsel pintar di saku kiri kemeja yang ia kenakan. Ia menaruh ponsel pintarnya di atas meja, di antara dirinya dan Tibo.

Tibo menatap ponsel pintar Narius sekilas. Ia melihat gambar microphone di dalam ponsel itu.

“Apa yang lo rekam?” tanya Tibo.

“Obrolan kita,” jawab Narius.

“Untuk apa?” Tibo masih penasaran.

“Bahan buat lo nulis,” Narius tersenyum.

“Judul artikelnya Cara Mengatasi Kesulitan Menulis. Tadi kan, lo sudah menjelaskan kesulitan lo menulis apa saja. Lo juga sudah punya solusi mengatasinya. Sekarang, gua bakal putar lagi rekaman obrolan kita. Lo buka laptop lo, dan tulis isi rekamannya. Nah, selesai deh tugas lo,” papar Narius lagi.

Tibo sempat terbengong. Hingga akhirnya, ia pun menuruti perkataan Narius.

Belajar Menulis dengan Bicara Itu Hal Lama

Nah, dari cerita di atas, apakah Anda sudah memahami maksud judul artikel ini, Belajar Menulis dengan Bicara?

Ya, salah satu cara belajar menulis adalah dengan merekam hal yang kita bicarakan. Alasannya sederhana, bicara jauh lebih mudah dibandingkan menulis.

Maka, bicaralah sambil direkam. Setelah itu, tulislah hasil rekaman tersebut.

Saat menulis, perbaikilah susunan kalimat sesuai aturan-aturan dalam bahasa tulis. Secara sederhana, aturan tentang unsur kalimat dan pola kalimat bisa Anda baca di 5 Unsur Kalimat dan Kesalahan dalam Penulisan.

Cara di atas pun umum dilakukan wartawan, baik media cetak, elektronik, maupun daring. Awalnya, para wartawan mewawancarai narasumber mereka. Tak lupa, mereka merekam saat melakukan wawancara.

Selanjutnya, wartawan membuat berita berdasarkan hasil rekaman tersebut.

Jadi, metode belajar menulis dengan bicara, sebenarnya metode yang telah lama digunakan. Apakah Anda tertarik untuk mencoba?

belajar menulis dengan bicara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *