Bahasa Sederhana – Membuat Tulisan Enak Dibaca 2

Bahasa sederhana merupakan hal kedua yang harus diperhatikan, dalam membuat tulisan yang enak dibaca.

Sementara, hal pertama yang harus diperhatikan adalah penggunaan kalimat efektif. Pembahasan mengenai kalimat efektif bisa dilihat di artikel berjudul Kalimat Efektif – Membuat Tulisan Enak Dibaca 1.

Tujuan penggunaan bahasa sederhana serupa dengan pemakaian kalimat efektif. Yaitu supaya, pesan yang terkandung dalam artikel, yang ditulis seorang penulis, mudah dimengerti pembaca.

Artikel ini akan mengawali pembahasan mengenai persepsi salah penggunaan bahasa. Selanjutnya, pembahasan terkait cara penggunaan bahasa sederhana, dalam membuat tulisan.

  1. Persepsi Salah Penggunaan Bahasa

Ada sebuah persepsi yang berkembang pada beberapa penulis. Bahwa, artikel yang hebat adalah artikel yang menggunakan banyak bahasa rumit, yang hanya diketahui segelintir orang di bidang tertentu.

Artikel semacam itu dianggap mampu memperlihatkan kecerdasan penulisnya. Sebab, penulisnya mampu menguasai bahasa-bahasa rumit, yang belum tentu dipahami semua orang.

Pertanyaannya, jika belum tentu semua orang paham bahasa rumit yang digunakan si penulis, bagaimana pesan yang terkandung dalam artikel, bisa dimengerti pembaca?

Kalau pembaca tidak mengerti maksud dalam artikel yang ditulis, bagaimana kecerdasan penulisnya akan diketahui?

Kesimpulannya, penggunaan bahasa rumit justru membuat artikel menjadi lebih sulit dipahami secara umum. Alhasil, pesan yang ingin disampaikan penulis melalui artikel, memiliki kemungkinan besar untuk tidak tersampaikan dengan baik kepada pembaca.

Ada pernyataan yang menyebutkan, jika pembaca mengernyitkan dahi sekali saat membaca artikel, ada sebuah pesan yang kemungkinan gagal tersampaikan. Apalagi kalau pembaca sampai berkali-kali mengernyitkan dahi, pesan-pesan yang ada dalam artikel sangat mungkin tidak tersampaikan.

Lebih parah lagi, pembaca enggan meneruskan membaca artikel tersebut. Dalam kondisi itu, bisa dikatakan, penulis telah gagal.

Sebab, meskipun artikel yang dibuat selesai secara keseluruhan, artikel itu menjadi tidak bermanfaat tanpa kehadiran pembaca.

telunjukjempol.com

  1. Bayangkan Pembaca Siswa SMP

Dari penjelasan pada di atas, dapat disimpulkan, artikel yang baik adalah artikel yang menggunakan bahasa sederhana. Sehingga, isi pesan dalam artikel mudah dimengerti pembaca.

Pertanyaannya kemudian, apa batasan bahasa sederhana?

Beberapa penulis menyatakan, bahasa sederhana adalah bahasa yang dimengerti siswa SMP. Beberapa penulis lain bahkan memberi batasan siswa SD.

Maksudnya begini, artikel yang dibuat penulis, jika diberikan ke siswa SMP untuk dibaca, siswa tersebut mampu memahami pesan dalam artikel dengan baik.

Mungkin timbul pertanyaan, mengapa batasannya siswa SMP?

Sebab, jika siswa SMP saja mampu mengerti isi pesan dalam artikel yang dibuat penulis, pembaca lain dengan tingkat pendidikan lebih tinggi, tentu akan lebih mudah dalam memahami.

Maka ketika menulis, seorang penulis harus tetap memperhatikan bahasa yang digunakan. Apakah bahasa yang dipakai sudah sederhana sehingga mudah dibaca, atau belum?

BACA JUGA: Model Wawancara dalam Reportase

Hal itu tentu menjadi sebuah tantangan bagi penulis. Apalagi, penulis yang menguasai bidang ilmu tertentu, yang memiliki bahasa-bahasa ilmiah tersendiri.

  1. Bahasa Sederhana Berlaku Umum

Pada era modern, masyarakat dipisahkan ke dalam bidang-bidang tertentu. Di mana, bidang-bidang itu, utamanya, akan berkaitan dengan pekerjaan yang dilakoni masyarakat.

Pada beberapa bidang tertentu, penggunaan bahasa ilmiah yang hanya dimengerti segelintir orang, harus digunakan saat membuat artikel.

Misalnya, artikel kesehatan yang membahas penyakit tertentu. Atau, artikel yang membahas mengenai tata kota.

Permasalahannya, saat artikel dibuat dengan bahasa ilmiah bidang tertentu, hal itu berpotensi menurunkan jumlah pembaca artikel tersebut. Sebab, pembaca yang kemungkinan tertarik membaca artikel itu, cuma orang-orang yang memang berhubungan dengan bidang tertentu tersebut.

Alasannya, orang-orang itu yang memahami bahasa-bahasa ilmiah yang digunakan dalam artikel.

Maka, seorang penulis hebat adalah penulis yang artikelnya mampu memberikan pemahaman kepada pembaca dari lintas bidang.

Lalu, bagaimana menyederhanakan bahasa ilmiah yang hanya dimengerti segelintir orang?

Penulis bisa memberikan penjelasan mengenai kata dalam bahasa ilmiah tersebut, menggunakan bahasa sederhana. Penjelasan serupa berlaku buat kata-kata dari bahasa asing maupun daerah.

Contohnya, dalam berita politik, istilah fit and proper test terkadang muncul.

Selain memberikan terjemahan dalam bahasa Indonesia, penulis juga bisa memberikan penjelasan mengenai fit and proper test.

Sehingga, pembaca yang tidak memiliki latar belakang pendidikan politik atau pemerintahan, tetap mampu memahami istilah tersebut.

  1. Gunakan Kamus

Kamus merupakan buku penting yang wajib dibawa setiap penulis. Di era digital, penulis dimudahkan dengan keberadaan kamus daring.

Satu di antara manfaat kamus berguna untuk memilih kata, yang mudah dipahami pembaca. Sehingga, penulis dapat menggunakan bahasa sederhana secara maksimal.

Berikut, beberapa manfaat kamus buat penulis.

a. Cek Penulisan Kata

Berbeda dengan bahasa lisan, bahasa tulis memiliki aturan tertentu. Satu di antara aturan tersebut mengenai penggunaan kata, yang sesuai ejaan.

Karena itu, penulisan kata dalam bahasa tulisan harus menyesuaikan ejaan. Pengecekan kata tersebut bisa menggunakan kamus.

Misalnya, dalam bahasa lisan, kerap terucap kata “antri”, “pingin”, atau “pecinta”. Sementara, bahasa baku kata-kata tersebut adalah “antre”, “ingin”, “pencinta”.

BACA JUGA: Membuat Tulisan Deskripsi Berdasarkan Penuturan Orang Lain, Perhatikan 4 Hal Ini

Meskipun telah menggunakan bahasa sederhana, ejaan yang salah terkadang membuat pembaca terganggu.

b. Kebenaran Makna Kata

Penulis bisa mengecek makna kata yang ditulis menggunakan kamus. Sehingga, pembaca tak keliru dalam menangkap pesan, akibat penulis salah menggunakan kata.

Misalnya, ada kalimat seperti ini.

Jalan itu dibangun berdasarkan inisiasi warga.

Penulis bermaksud menyampaikan pesan bahwa sebuah jalan dibangun karena kemauan, ide, prakarsa, atau gagasan warga. Tetapi, penggunaan kata inisiasi menjadikan pesan dalam kalimat itu menjadi kabur.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, inisiasi berarti upacara atau ujian yang harus dijalani orang, yang akan menjadi anggota suatu perkumpulan, suku, kelompok umur, dan sebagainya.

telunjukjempol.com

Sehingga, kata inisiasi dalam kalimat di atas harus diubah, misalnya dengan kata inisiatif. Maka, kalimat di atas akan berubah menjadi kalimat di bawah ini.

Jalan itu dibangun berdasarkan inisiatif warga.

Dalam KBBI daring, inisiatif berarti prakarsa.

Di dalam keseharian, ada beberapa kata yang kerap diucapkan namun sebenarnya memiliki makna berbeda. Hal itu kemungkinan muncul karena kebiasaan. Satu di antaranya kata “inisiasi” di atas.

Karena itu, penulis harus memastikan kebenaran makna setiap kata yang ditulis saat membuat artikel.

Selain untuk menghindari kesalahan pesan yang ingin disampaikan melalui tulisan, hal itu juga sebagai pembelajaran. Dengan menuliskan kata sesuai maknanya, penulis telah berjasa menyampaikan bahasa yang sesuai kaidah kepada khalayak.

c. Kata Mudah Dipahami

Seperti dijelaskan sebelumnya, bahasa sederhana membutuhkan kata-kata yang mudah dimengerti banyak orang. Karena itu, kata-kata yang tergolong sulit dipahami, harus dihindari.

Untuk menghindari kata-kata sulit, dan menggantikannya dengan kata-kata yang mudah, kamus merupakan alat pencari yang tepat.

Kalaupun kata-kata sulit itu tidak memiliki kesamaan kata lain, yang lebih mudah dipahami, penulis bisa menggunakan kamus untuk menjelaskan arti kata yang dimaksud, dalam artikel yang ditulis.

d. Alternatif Kata

Penggunaan bahasa sederhana membatasi penulis dalam menggunakan kata-kata. Di mana, penulis harus menggunakan kata-kata yang mudah dimengerti semua orang.

Meski begitu, penulis bukan berarti harus menggunakan kata-kata yang monoton, atau kata yang itu-itu saja.

Sebab sebenarnya, banyak kata yang bisa digunakan. Meskipun, penulis diharuskan menggunakan bahasa sederhana. Dan, kamus bisa digunakan untuk mencari variasi kata.

BACA JUGA: Kesalahan Penggunaan Kata Jika

Misalnya, kata “agar” bisa divariasikan dengan kata “supaya”. Kata “namun” dan “tetapi”. Kata “meskipun” dan “walaupun”. Serta, beragam kata lain yang bisa digunakan secara bervariasi.

Demikian, pemaparan mengenai bahasa sederhana dalam membuat tulisan yang enak dibaca. Semoga bermanfaat.

bahasa sederhana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *