7 Kesalahan dalam Teknik SEO

Tujuh kesalahan dalam teknik SEO merupakan saran yang disampaikan oleh Brian Dean. Saran tersebut dipublikasikan melalui buku digital atau ebook berjudul Seven Deadly SEO Mistakes.

Brian Dean merupakan pendiri laman Backlinko.com. Penjelasan lebih detail mengenai sosok Brian Dean, akan disampaikan di akhir artikel ini.

Buku yang ditulis Brian memiliki keunggulan dari fakta yang diungkapkan. Sebab, di setiap bagian, Brian selalu memberikan contoh melalui fakta-fakta yang terjadi. Cara tersebut pun ia lakukan saat mengawali tulisan dalam bukunya.

Dalam buku Seven Deadly SEO Mistakes, Brian memulai tulisannya dengan menceritakan sebuah kisah dalam hidupnya. Kisah itu terkait pengalamannya mengelola blog.

Pada 2012, Brian sedang mengikuti sebuah tur di Spanyol. Di sela-sela kegiatannya, ia menyempatkan diri untuk memeriksa laman yang ia kelola.

Menurut Brian, hingga saat itu, ia tak pernah bekerja secara nyata dalam mengelola blog miliknya. “Saya berterima kasih pada black hat SEO (teknik SEO terlarang),” ujar Brian Dean dalam bukunya.

Karena berkat teknik SEO tersebut, blog yang ia kelola mampu meraih hasil baik dalam SERP dengan sendirinya. Dari sana, ia memiliki dana yang cukup buat membiayai kegiatannya sebagai backpacker.

Dan pada 2012 itu, sebagaimana hari-hari sebelumnya, Brian masuk ke akun Google Analytics miliknya. Tetapi kali itu, ia mendapatkan hal berbeda. Gambar grafiknya menunjukkan penurunan tajam. Laman yang ia kelola terkena penalti dari Google.

Malaysia dan Kisah Paha di Balik Sarung

“Ini tidak baik,” kata Brian Dean kepada dirinya sendiri.

“Saya lalu menyadari bahwa saya memiliki dua pilihan,” tambah Brian Dean.

Pilihan pertama, ia melanjutkan untuk mengikuti saran penggunaan teknik SEO, yang juga diikuti ribuan orang lain, hingga akhirnya terkena penalti dari Google.

“Atau, pilihan kedua, saya mencoba sesuatu yang berbeda,” terang Brian Dean.

Ia memilih pilihan kedua. Pilihannya itu mampu membuat blognya menghasilkan pendapatan 10 ribu dolar AS per bulan, dalam 120 hari. Lalu, Brian membuat Backlinko dari nol hingga menjadi blog yang terkenal.

“Bagaimana saya melakukannya?” tulis Brian Dean dalam huruf kapital.

Brian menjelaskan, ia menghindari tujuh kesalahan dalam teknik SEO. Ketujuh kesalahan dalam teknik SEO itu, terdiri dari terus memperbarui konten adalah kebohongan, cukup publikasikan artikel hebat, cukup promosikan artikel, pemasaran artikel yang tak sesuai di bidang saya, mengikuti saran teknik SEO, publikasikan banyak artikel, serta menciptakan artikel untuk pembaca tertarget.

Sebelum melanjutkan resensi dari buku Seven Deadly SEO Mistakes, Anda yang ingin melihat langsung bukunya dapat mengeceknya di sini. Buku tersebut ditulis menggunakan bahasa Inggris.

Tetapi, jika Anda masih ingin membaca resensi ini, berikut tujuh kesalahan dalam teknik SEO, sebagaimana diungkapkan oleh Brian Dean dalam bukunya Seven Deadly SEO Mistakes.

model wawancara dalam reportase

Terus memperbarui konten adalah kebohongan

Ada sebuah saran yang mengatakan, “Google senang dengan laman yang selalu update atau diperbarui setiap saat. Jadi pastikan, Anda harus membuat laman Anda selalu diperbarui, melalui artikel berkualitas terbaru.”

“Itu adalah kebohongan dalam SEO,” terang Brian Dean.

Ia lalu memberikan contoh mengenai hal yang ia alami. Pada 2010, Brian meluncurkan blog pertamanya. Ia pun rutin menuliskan artikel secara berkala.

Ia memastikan untuk selalu membuat artikel baru, setidaknya satu artikel dalam satu minggu. Karena, hal itulah yang disampaikan “para ahli SEO” kepadanya.

Ternyata, artikel-artikelnya hanya berada di halaman lima pada mesin pencarian Google. “Sejak saat itu, saya menjalankan banyak tes untuk melihat keterkaitan, antara membuat artikel baru dan efeknya pada SEO,” ujar Brian Dean.

Hasilnya?

Artikel terbaru tak membuat perbedaan dalam rangking di mesin pencari Google. Maka, Anda perlu memikirkan kembali hal tersebut.

Google membuat perangkingan dalam mesin pencari bertujuan untuk memberikan hasil terbaik kepada penggunanya. Artikel di rangking pertama adalah artikel terbaik sesuai kata kunci.

Jika artikel terbaik itu berasal dari laman yang sudah dua tahun tidak diperbarui, maka itulah yang muncul. Brian lalu memberikan ilustrasi dari pengalamannya.

Ia mengaku pernah sangat sibuk sehingga tidak sempat untuk memublikasikan artikel di blognya dalam dua bulan. “Banyak ahli SEO akan mengatakan bahwa rangking saya akan turun,” ucap Brian Dean.

Ternyata, berdasarkan Google Analytic, pengunjung blognya dari mesin pencari justru meningkat 24,13 persen. Dalam bukunya, Brian memperlihatkan rekaman bidik layar (screenshot) Google Analytic miliknya saat itu.

Hal itu terjadi, menurut Brian, karena dalam dua bulan itu, ia mempromosikan artikel-artikel yang telah ia tulis.

Cukup publikasikan artikel hebat dan cukup promosikan artikel

Menurut Brian, artikel dan promosinya saling terkait. Karena itu, jika ada yang mengatakan hanya satu di antara dua hal itu untuk dikerjakan, kondisi itu tidak berpengaruh dalam upaya SEO.

Berdasarkan pengalamannya dalam mengelola sebuah blog, Brian menceritakan, meskipun ia membuat artikel hebat, karena ia memang ahli dalam hal yang ia tulis, artikel yang dihasilkan tak berhasil dalam SEO. “Itu karena saya tidak mempromosikan artikel yang saya tulis,” ungkap Brian Dean.

Tetapi di lain hal, supaya promosi berhasil, artikel yang ditawarkan tentu harus mempunyai nilai. Sebab, ketika orang ditawarkan sebuah artikel, mereka akan bertanya, apa “faktor wow” yang saya dapatkan dari artikel tersebut, sehingga saya harus membaca atau menyebarluaskannya lagi?

Menurut Brian, meraih rangking di halaman satu pada mesin pencari merupakan hasil dari strategi promosi artikel dengan cara yang benar.

Pemasaran artikel yang tak sesuai di bidang saya

Brian mengungkapkan, setiap ia membicarakan SEO, ada saja orang yang berkata, ”SEO itu mungkin bekerja di bidangmu. Tetapi, niche saya membosankan.”

kolonisasi

Untungnya, Brian menerangkan, ia menemukan cara untuk membuat artikel yang mampu menjadi “pemenang” dalam SEO, di semua bidang.

Namanya, shoulder niches. Shoulder niches adalah sebuah niche yang berhubungan sangat dekat dengan topik utama blog.

Dalam bukunya, Brian pun memberikan contoh penerapan shoulder niches pada sebuah blog.

Mengikuti saran Teknik SEO

Pada blog yang pernah ia buat, Brian mengaku, ia secara setia mengikuti saran dari ahli SEO. Hasilnya, ia tak pernah pergi ke mana-mana.

“Saya akhirnya memutuskan untuk melakukan hal yang berkebalikan,” kata Brian Dean.

Ia menyebut teknik tersebut sebagai do the opposite framework.

Ketika Anda mengikuti saran SEO yang sama, yang dilakukan semua orang, Anda tak memiliki kesempatan untuk menang. Hal itu karena Anda memainkan permainan menggunakan aturan yang sama dengan orang lain.

Tetapi dengan do the opposite framework, Anda melakukan hal berbeda dibanding orang lain. Itu adalah rahasia untuk mengalahkan pesaing-pesaing Anda di Google.

Publikasikan banyak artikel dan menciptakan artikel untuk pembaca tertarget

Pada bagian publikasikan banyak artikel, Brian menceritakan tentang blognya, Backlinko yang hanya memiliki 30 artikel. Tetapi, Backlinko mampu dikunjungi 180 ribu pengunjung setiap bulan.

Padahal, beberapa ahli SEO menyatakan, satu cara untuk berhasil dalam SEO adalah memublikasikan banyak artikel.

telunjukjempol.com

Sementara pada artikel untuk pembaca tertarget, Brian memberikan contoh pada laman sebuah perusahaan, yang berisi artikel untuk orang tertentu, yang menjadi sasaran perusahaan tersebut. Padahal, menurut Brian, penulis perlu membuat artikel yang mampu memengaruhi pembaca, apapun latar belakang pembaca itu.

Demikian, tujuh kesalahan dalam teknik SEO yang disampaikan Brian Dean melalui buku Seven Deadly SEO Mistakes. Anda yang ingin melihat langsung bukunya dapat mengeceknya di sini.

Tentang Brian Dean

Tujuh kesalahan dalam teknik SEO diuraikan secara lengkap oleh Brian Dean. Sebenarnya, siapakah Brian Dean?

Merujuk Backlinko.com, Brian Dean adalah pendiri Backlinko.com, yang juga dikenal secara internasional sebagai ahli SEO.

Setelah gagal dengan lima bisnis online (daring) pertama yang ia buat, Brian akhirnya berhasil pada satu laman yang dibuat pada 2012. Ia menciptakan Backlinko untuk memberikan pelajaran mengenai hal-hal yang telah ia pelajari, dari pengalamannya tersebut.

Melalui Backlinko, Brian memublikasikan strategi praktis buat para pebisnis, supaya bisa mengembangkan bisnis daring mereka. Brian Dean terus mengembangkan Backlinko sambil berwisata ke berbagai negara.

Tujuh kesalahan dalam teknik SEO merupakan satu dari sekian publikasi yang disampaikan Brian Dean melalui Backlinko.

teknik SEO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 comments

  • Save link dulu deh mau baca dengan penuh penghayatan wkwkwk

  • Sebelumnya, terima kasih banyak atas artikelnya untuk admin TelunjukJempol..

    Saya sangat senang dan,…. “terinspirasi” dari Brian Dean ini. Ternyata, membuat konten secara berkala dan terus menerus itu salah, salah besar. Dahulu juga saya mempunyai blog pertama saya, saya terus membuat artikel sampai jumlahnya 46. Tetapi? hanya ada 7 artikel saya yang mendapat ranking 1 di google.

    Terima kasih, salam