5W+1H, Unsur Berita dari Rudyard Kipling

5W+1H merupakan unsur dasar pembuatan sebuah berita, yang merujuk pada Rudyard Kipling. Unsur berita 5W+1H merupakan enam pertanyaan yang terdiri dari what (apa), who (siapa), When (kapan), where (di mana), why (mengapa), dan how (bagaimana).

Sebelum menjelaskan lebih lanjut tentang 5W+1H, saya akan terlebih dahulu sedikit mengenalkan Rudyard Kipling. Mungkin, semua jurnalis akan mengenal 5W+1H. Sebab, itu merupakan dasar dalam proses pembuatan berita.

Tetapi jika ditanya tentang Rudyard Kipling, mungkin hanya segelintir jurnalis yang mengetahui sosok tersebut. Padahal, Rudyard Kipling adalah orang yang pertama kali mengenalkan 5W+1H, atau dikenal juga dengan Metode Kipling.

model wawancara dalam reportase

Bernama lengkap, Joseph Rudyard Kipling. Ia adalah seorang penulis cerita pendek, novelis, dan penyair. Ia juga pernah menjadi seorang jurnalis selama tujuh tahun di India.

Rudyard Kipling yang berkewarganegaraan Inggris, lahir di Mumbai, India pada 30 Desember 1865 dan meninggal di London, Inggris pada 18 Januari 1936 (id.wikipedia.org).

Metode Kipling berasal dari sebuah puisi, yang tercantum dalam cerita pendek karya Rudyard Kipling, berjudul The Elephant’s Child. Cerita pendek tersebut tertuang dalam kumpulan cerita pendek berjudul Just so Stories, yang terbit pada 1902.

Ini puisi yang ditulis Rudyard Kipling.

I keep six honest serving-men

(They Taught me all I knew)

Their names are What and Why and When

And How and Where and Who

Pada 1917, keenam pertanyaan yang muncul dalam puisi Rudyard Kipling diajarkan di sebuah kelas jurnalistik. Sampai akhirnya pada 1940, 5W+1H telah terkenal sebagai unsur dasar penulisan sebuah berita (en.wikipedia.org).

Unsur Berita 5W+1H

Enam pertanyaan yang muncul dalam 5W+1H, dianggap mampu memberikan informasi yang jelas, atas suatu peristiwa dalam sebuah berita.

What menjelaskan apa yang terjadi. Who menerangkan sosok dalam peristiwa yang terjadi. When dan where memaparkan waktu dan lokasi. Why menjelaskan alasan yang mendasari terjadinya sebuah peristiwa. Dan, how menjabarkan bagaimana sebuah peristiwa terjadi.

Dalam sebuah berita, 4W pertama umumnya akan muncul di paragraf paling awal sebuah berita. Sebab, pembaca biasanya memiliki naluri untuk mengetahui lebih awal apa yang terjadi (what), siapa pelakunya (who), kapan waktu kejadian (when), dan di mana terjadinya (where).

Sementara, why dan how akan berlanjut di paragraf-paragraf berikutnya, yang berisi penjabaran. Untuk lebih memudahkan pemahaman, mari lihat contoh berikut. Saya mengutip sebagian naskah dari sebuah berita yang dilansir Kompas.com pada Sabtu (28/5/2016) berjudul Risma Tebar 10.000 Ikan di Sungai Kalimas.

SURABAYA, KOMPAS.com – Total 10.000 ekor ikan ditebar di Sungai Kalimas, Surabaya, Sabtu (28/5/2016) sore. Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, bersama komunitas warga terlibat langsung dalam penebaran ikan tersebut.

Risma menumpang perahu karet bersama Wakil Wali Kota Surabaya, Wisnu Sakti Buana, dan Ketua DPRD Kota Surabaya, Armuji.

“Ayo rek, endi maneh iwake? (ayo, mana lagi ikannya?),” kata Risma sedikit berteriak. Sejumlah hewan air yang ditebar sore itu antara lain ikan bader, ikan kutuk, dan belut yang masih berukuran kecil.

Diharapkan, ikan-ikan yang ditebar bisa berkembang biak, dan memperkuat ekosistem sungai yang membentang membelah Kota Surabaya itu. (Kompas.com, Sabtu, 28/5/2016)

Pada contoh di atas, 4W sudah terjawab pada paragraf pertama. Mari, kita urai satu per satu.

What, atau apa peristiwa yang terjadi? Penebaran ikan.

Who, atau siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut? Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan komunitas warga.

When, atau kapan peristiwa terjadi? Sabtu (28/5/2016) sore.

Terakhir, where atau di mana peristiwa terjadi? Di Sungai Kalimas.

bahasa sederhana

Sementara, pertanyaan why atau alasan pelaksanaan kegiatan tersebut baru muncul di paragraf keempat. Hal itu tampak dari kalimat yang berbunyi, “… memperkuat ekosistem sungai yang membentang membelah Kota Surabaya itu.”

Adapun, pertanyaan how atau gambaran proses dalam peristiwa, mulai tampak pada paragraf kedua.

Unsur dasar pembuatan berita, 5W+1H tidak hanya berlaku untuk media cetak atau siber. Tetapi, hal itu juga berlaku untuk media elektronik, berupa radio dan televisi.

Rudyard Kipling

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *