5 Jenis Karangan dari 4 Referensi

Jenis karangan merupakan klasifikasi berdasarkan sudut pandang. Jenis karangan terbagi menjadi lima, yaitu narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi. Artikel ini akan memberikan pemaparan lima jenis karangan, berdasarkan referensi dari empat sumber, yang terdiri dari dua buku dan dua laman.

Sebenarnya, penjelasan dari keempat sumber tersebut tidak berbeda jauh. Walau demikian, penjelasan sesuai uraian dari setiap sumber tentu bisa menjadi sebuah rujukan, dalam membuat tulisan. Berikut, lima jenis karangan berdasarkan empat sumber referensi.

BACA JUGA: 6 Nilai Berita, Penerapan dan Sejarah Kemunculan

Pemaparan Jenis Karangan dalam Buku Keterampilan Dasar Menulis

Suparno dan Mohamad Yunus dalam buku Keterampilan Dasar Menulis (2007), memberikan penjelasan jenis karangan sebagai berikut:

Narasi

Narasi adalah karangan yang menyajikan serangkaian peristiwa. Tujuan menulis narasi secara fundamental ada dua, yaitu hendak memberikan informasi atau memberi wawasan dan memperluas pengetahuan pembaca, dan hendak memberikan pengalaman estetis kepada pembaca.

Pengembangan karangan narasi dapat dilakukan dengan langkah-langkah:

  1. Menentukan tema atau amanat apa yang akan disampaikan.
  2. Menetapkan sasaran pembaca.
  3. Merancang peristiwa-peristiwa utama yang akan ditampilkan, dalam bentuk skema alur.
  4. Membagi peristiwa utama ke dalam bagian awal, perkembangan, dan akhir cerita.
  5. Merinci peristiwa-peristiwa utama ke dalam detail-detail peristiwa, sebagai pendukung cerita.
  6. Menyusun tokoh dan perwatakan, serta latar, dan sudut pandang.

Deskripsi

Deskripsi merupakan jenis karangan yang bermaksud menyampaikan kesan-kesan tentang sesuatu, dengan sifat dan gerak-geriknya, atau sesuatu yang lain kepada pembaca. Untuk mencapai tujuan deskripsi itu, kita dituntut untuk mampu memilih dan mendayagunakan kata-kata yang dapat memancing kesan, serta citra indrawi dan suasana batiniah pembaca. Sesuatu yang dideskripsikan harus tersaji secara gamblang, hidup, dan tepat.

Ada tiga alternatif pendekatan yang dapat dipilih dalam membuat karangan deskripsi, yakni pendekatan ekspositoris, impresionistik, dan pendekatan menurut sikap pengarang.

Eksposisi

Eksposisi adalah karangan yang bertujuan utama untuk memberitahu, mengupas, menguraikan, atau menerangkan sesuatu. Langkah yang ditempuh dalam membuat eksposisi, yaitu menentukan topik karangan, menentukan tujuan penulisan, dan merencanakan paparan dengan membuat kerangka karangan yang lengkap dan tersusun baik.

Argumentasi

Argumentasi adalah karangan yang isinya terdiri atas paparan alasan dan penyintesisan pendapat, untuk membangun suatu kesimpulan. Karangan ini ditulis dengan maksud untuk memberikan alasan, atau untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian, atau gagasan.

Karangan argumentasi dikembangkan dengan dua teknik, yaitu teknik induktif dan teknik deduktif.

Persuasi

Persuasi adalah karangan yang berisi paparan berdaya bujuk, berdaya ajuk, ataupun berdaya imbau, yang dapat membangkitkan ketergiuran pembaca, untuk meyakini dan menuruti imbauan implisit maupun eksplisit, yang dilontarkan oleh penulis. Untuk dapat menyusun karangan persuasi yang efektif, kemampuan menciptakan persuasi diperlukan, yaitu kemampuan memanfaatkan alat-alat persuasi, berupa bahasa, nada, detail, pengaturan, kewenangan.

BACA JUGA: Latihan Menulis, Mulai dengan Kalimat Sederhana

Jenis Karangan Berdasarkan Kelasindonesia.com

Merujuk artikel 5 Jenis Karangan dalam Bahasa Indonesia (Penjelasan Lengkap), yang dimuat laman Kelasindonesia.com, berikut pemaparan tentang jenis karangan serta ciri-ciri yang menyertai setiap jenis karangan.

Narasi

Karangan narasi adalah suatu bentuk karya tulis yang berupa serangkaian peristiwa, baik fiksi maupun nonfiksi, yang disampaikan sesuai dengan urutan waktu yang sistematis dan logis. Pada karangan narasi, ada tahapan-tahapan peristiwa yang jelas, dimulai dari perkenalan, timbul masalah, konflik, penyelesaian, dan ending.

Ciri-ciri karangan narasi:

  1. Menyajikan suatu cerita yang berupa berita, peristiwa, pengalaman yang menarik kepada pembaca.
  2. Cerita-cerita tersebut disajikan dengan urutan kronologis yang jelas.
  3. Ada konflik dan tokoh yang menjadi inti dari sebuah karangan.
  4. Memiliki setting yang disampaikan dengan jelas.
  5. Bertujuan untuk menghibur pembaca dengan cerita-cerita yang disampaikan.

Deskripsi

Karangan deskripsi adalah suatu bentuk karya tulis, yang menggambarkan atau melukiskan suatu objek atau benda kepada para pembaca, seolah-olah pembaca merasakan, melihat, atau mengalami sendiri topik di dalam tulisan.

Ciri-ciri karangan deskripsi:

  1. Melukiskan suatu objek dengan sejelas-jelasnya kepada para pembaca.
  2. Melibatkan observasi pancaindra.
  3. Metode penulisan menggunakan cara objektif, subjektif, atau kesan pribadi penulis terhadap suatu objek.

Eksposisi

Karangan eksposisi adalah sebuah karangan yang berisi tentang penjelasan-penjelasan atau pemaparan, mengenai suatu informasi kepada pembaca. Karangan ini bertujuan untuk memberikan informasi yang sejelas-jelasnya kepada pembaca.

Ciri-ciri karangan eksposisi:

  1. Menyajikan atau menyampaikan sebuah informasi kepada pembacanya.
  2. Informasi yang disajikan bersifat fakta atau benar-benar terjadi.
  3. Tidak berusaha memengaruhi pembaca.
  4. Menjelaskan sebuah proses atau analisis suatu topik.

Argumentasi

Karangan argumentasi adalah karangan yang berisi pendapat penulis tentang suatu hal. Karangan ini bertujuan untuk meyakinkan pembaca, agar memiliki pandangan yang sama akan suatu hal, dengan pandangan penulis.

Ciri-ciri karangan argumentasi:

  1. Terdapat pendapat-pendapat penulis mengenai suatu topik yang sedang dibahas.
  2. Pendapat-pendapat tersebut dilengkapi dengan pembuktian-pembuktian, berupa fakta, data, contoh, maupun grafik.
  3. Bertujuan untuk meyakinkan pembaca.
  4. Pengarang menghindari keterlibatan emosi dalam menyampaikan pendapatnya.

Persuasi

Karangan persuasi adalah salah satu bentuk karya tulis yang berisi ajakan-ajakan kepada para pembaca, untuk melakukan atau memercayai suatu hal. Sama halnya dengan karangan argumentasi, karangan persuasi juga dilengkapi dengan pendapat-pendapat penulis, yang disertai dengan pembuktian, agar pembaca yakin dan mau mengikuti hal yang disampaikan penulis. Karena sifatnya yang berupa ajakan, karangan ini bertujuan untuk meyakini pembaca tentang hal yang disampaikan oleh penulis, untuk melakukan atau memercayai sesuatu.

Ciri-ciri karangan persuasi:

  1. Karangan ini bersifat mengajak para pembacanya.
  2. Memiliki alasan-alasan yang kuat berupa data, fakta, dan lain-lain untuk meyakinkan pembaca.
  3. Karangan ini berusaha menghindari konflik agar pembaca tidak kehilangan kepercayaan.
  4. Karangan ini berusaha mendapatkan kesepakatan atau kepercayaaan antara penulis dan pembaca.

Penjelasan Jenis Karangan Menurut Prbahasaindonesia.com

Mengutip laman Prbahasaindonesia.com, dalam artikel berjudul 5 Jenis Karangan Bahasa Indonesia, berikut pemaparan tentang jenis karangan.

BACA JUGA: Selesai Menulis, Jangan Lupakan Swasunting

Narasi

Karangan narasi adalah karangan yang di dalamnya menyajikan suatu peristiwa. Karangan ini menyampaikan suatu kejadian yang runtut urutan kejadiannya. Sehingga, pembaca dapat mengetahui hal yang terjadi dalam karangan tersebut. Ciri- ciri karangan narasi adalah menonjolkan unsur perbuatan dalam rangkaian waktu.

Deskripsi

Karangan deskripsi merupakan karangan yang memaparkan deskripsi atau rincian suatu objek.

Eksposisi

Karangan eksposisi merupakan karangan yang memaparkan suatu informasi, yang benar-benar terjadi kepada pembaca.

Argumentasi

Karangan argumentasi adalah karangan yang memaparkan suatu argumen penulis, yang bertujuan untuk memengaruhi pembaca dengan suatu bukti atau contoh.

Persuasi

Karangan persuasi adalah karangan yang bersifat imbauan atau ajakan kepada para pembacanya.

Jenis Karangan Merujuk Buku Pembelajaran Menulis

Buku Pembelajaran Menulis (2009) merupakan karya Elina Syarif, Zulkarnaini, dan Sumarmo. Berikut penjelasan jenis karangan, sebagaimana tertuang dalam buku tersebut, beserta contoh setiap jenis karangan.

Narasi

Narasi atau kisahan merupakan corak tulisan yang bertujuan menceritakan rangkaian peristiwa atau pengalaman manusia, berdasarkan perkembangan dari waktu ke waktu. Paragraf narasi itu dimaksudkan untuk memberi tahu pembaca atau pendengar, tentang hal yang telah diketahui atau hal yang dialami oleh penulisnya. Narasi lebih menekankan pada dimensi waktu dan adanya konflik (Pusat Bahasa. 2003.46).

Contoh narasi:

Sore itu, kami pergi ke rumah Puspa. Sopir kusuruh memarkirkan mobil. Kemudian, kami memasuki gang kecil. Beberapa waktu kemudian, kami sampai di sebuah rumah yang sederhana, seperti rumah-rumah di sekitarnya. Rumah-rumah itu tampak tidak semewah rumah-rumah gedung, yang terletak di pinggir jalan. Pintu rumah yang sederhana itu terbuka pelan. Seorang gadis berlari dan memelukku. Gadis itu tiba-tiba pingsan dan terkulai lemas dalam pelukanku (Pusat Bahasa. 2003. 47).

Deskripsi

Deskrisi adalah pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata suatu benda, tempat, suasana atau keadaan. Seorang penulis deskripsi mengharapkan pembacanya, melalui tulisannya, dapat ‘melihat’ apa yang dilihatnya, dapat ‘mendengar’ apa yang didengarnya, ‘merasakan’ apa yang dirasakanya, serta sampai kepada ‘kesimpulan’ yang sama dengannya. Dari sini dapat disimpulkan, deskripsi merupakan hasil dari observasi melalui pancaindra, yang disampaikan dengan kata-kata (Marahimin. 1993. 46).

Contoh deskripsi:

Pasar Blaura merupakan pasar perbelanjaan yang sempurna. Semua barang ada di sana. Di bagian terdepan, berderet toko sepatu dalam dan luar negeri. Di lantai satu, terdapat toko pakaian yang lengkap berderet-deret. Di samping kanan pasar, terdapat stan-stan kecil penjual perkakas dapur. Di samping kiri, ada pula jenis buah-buahan. Pada bagian belakang, kita dapat menemukan berpuluh-puluh pedagang kecil, yang berjualan makanan dan minuman. Belum lagi, kalau kita melihat lantai di atasnya (Adisampurno. 2003. 11).

Eksposisi

Eksposisi biasa juga disebut pemaparan, yakni salah satu bentuk karangan yang berusaha menerangkan, menguraikan, atau menganalisis suatu pokok pikiran, yang dapat memperluas pengetahuan dan pandangan seseorang. Penulis berusaha memaparkan kejadian atau masalah secara analisis, dan terperinci memberikan interpretasi terhadap fakta yang dikemukakan. Dalam tulisan eksposisi, teramat dipentingkan informasi yang akurat dan lengkap.

Eksposisi merupakan tulisan yang sering digunakan untuk menyampaikan uraian ilmiah, seperti makalah, skripsi, tesis, disertasi, atau artikel pada surat kabar atau majalah. Jika hendak menulis bagaimana peraturan bermain sepak bola, cara kerja pesawat, bagaimana membuat tempe, misalnya, maka jenis tulisan eksposisi sangat tepat untuk digunakan. Ekposisi berusaha menjelaskan atau menerangkan.

Parera (1993: 5) mengemukakan, “Seorang pengarang eksposisi akan mengatakan, saya akan menceritakan kepada kalian semua kejadian dan peristiwa ini, dan menjelaskan agar Anda dapat memahaminya.”

Dari uraian di atas, dapat dipahami bahwa untuk menulis karangan eksposisi, penulis harus memiliki pengetahuan memadai tentang objek yang akan digarapnya. Untuk itu, seorang penulis harus memperluas pengetahuan dengan berbagai cara, seperti membaca referensi yang berkaitan dengan masalah yang dikaji, melakukan penelitian, misalnya, wawancara, merekam pembicaraan orang, mengedarkan angket, melakukan pengamatan terhadap objek, dan sebagainya.

Untuk menghasilkan tulisan eksposisi yang baik, pikiran utama dan pikiran penjelas harus diorganisasi dalam bentuk kerangka karangan, yang pada umumnya dibagi dalam tiga bagian yaitu, bagian pembuka (pendahuluan), bagian pengembangan (isi), dan bagian penutup yang merupakan penegasan ide. Untuk karangan yang bersifat kompleks, harus diuraikan dalam bentuk subbagian yang lebih rinci. Dalam karangan seperti itu, dapat disusun dalam bentuk bab dan diperinci lagi menjadi subbab-subbab.

Contoh eksposisi:

Masa remaja adalah saat yang penuh kesenangan dan kegembiraan. Namun, masa itu juga merupakan saat mulai timbulnya jerawat. Suatu pertanda bahwa Anda telah memasuki masa dewasa, namun merupakan suatu hal yang Anda harapkan tidak begitu tampak. Cobalah Clearasil krem pengobatan jerawat.

Clearasil memiliki tiga daya ampuh yang khas, untuk membantu mempercepat proses penyembuhan jerawat, serta membantu menghindari timbulnya jerawat baru. Jadikanlah dirimu salah satu dari berjuta-juta pemakai Clearasil di dunia, dan tampilkan wajah Anda dengan banggga!

Argumentasi

Argumentasi merupakan corak tulisan yang bertujuan membuktikan pendapat penulis, meyakinkan, atau memengaruhi pembaca agar amenerima pendapatnya. Argumentasi berusaha meyakinkan pembaca. Cara menyakinkan pembaca itu dapat dilakukan dengan jalan menyajikan data, bukti, atau hasil-hasil penalaran (Pusat Bahasa. 2001. 45).

Contoh argumentasi:

Kedisiplinan lalu lintas masayarakat di Jakarta cenderung menurun. Hal ini terbukti pada bertambahnya jumlah pelanggarannya yang tercatat di kepolisian. Selain itu, jumlah korban yang meninggal akibat kecelakaan pun semakin meningkat. Oleh karena itu, kesadaran mesyarakat tentang kedisplinan berlalu lintas perlu ditingkatkan (Pusat Bahasa. 2003. 45).

BACA JUGA: 5 Contoh Konsistensi dalam Membuat Kalimat

Persuasi

Persuasi adalah karangan yang berisi paparan berdaya ajuk, ataupun berdaya imbau, yang dapat membangkitkan ketergiuran pembaca untuk meyakini, dan menuruti imbauan implisit maupun eksplisit yang dilontarkan penulis. Dengan kata lain, persuasi berurusan dengan masalah memengaruhi orang lain lewat bahasa.

Contoh persuasi:

Bahasa adalah alat komunikasi. Sebagai alat, bahasa sangat luwes dalam menjalankan fungsinya, bahasadapat dipakai oleh pemakaiannya untuk kepentingan apa saja, selama dalam batas-batas fungsinya sebagai alat komunikasi. Anda tentunya dapat mengatakan pikiran ini dengan kenyataan kehidupan sehari-hari. Karena pemakaian bahasa yang luwes ini, kita dapat menemukan akibatnya dalam masyarakat: terjadi penipuan, kesuksesan, kedengkian, percekcokan, dan sejenisnya. Kita bisa mengaitkan masalah ini, misalnya, dengan kemampuan seorang ”penjual obat”. Obat atau jamu yang dibawanya biasanya disangsikan orang ketinggian mutunya. Tetapi, mengapa dia bisa berhasil memperdayakan orang lain untuk membeli obat atau jamunya? Salah satu faktor yang tidak bisa diingkari adalah karena bahasa yang dipakainya. Dia berhasil memanfaatkan bahasa sebagai alat untuk memengaruhi orang lain.

Sampai di sini, uraian mengenai lima jenis karangan yang diambil dari empat referensi. Semoga bermanfaat.

jenis karangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *