4 Unsur dalam Skenario

Skenario merupakan panduan penting dalam pembuatan sebuah film. Dikutip dari Majalah Hai edisi Khusus Film Juli 2005, ada empat unsur dalam skenario yang harus ada.

Berikut, empat unsur dalam skenario yang harus ada, berdasarkan Majalah Hai edisi Khusus Film Juli 2005.

Drama

Boleh dibilang, tanpa ada drama, cerita tidak akan ada.

BACA JUGA: Membuat Skenario Film, Sekilas tentang Triangle System

Pengertian paling sederhana dari drama adalah seseorang menghendaki sesuatu, dan berupaya dengan segala cara untuk mendapatkan hal itu. Orang itu juga harus menghadapi serentetan tantangan, sampai akhirnya, dia berhasil atau gagal.

Rumusan itu sudah ada sejak dulu. Sebut saja, film James Bond. Di mana pun dia berada, gangguan yang menyebabkannya bertindak, pasti ada.

Atau, kisah cinta klasik, salah satu mahakarya Shakespeare, Romeo and Juliet. Keinginan Romeo dan Juliet untuk bersatu, selalu menghadapi tantangan.

Situasi Dramatis

Menyebut James Bond atau Romeo and Juliet, berarti menyebut genre cerita yang berbeda. Situasi dramatis yang tercipta pun berbeda pula.

James Bond ber-genre drama aksi. Situasi dramatisnya memperlihatkan pertarungan kebaikan melawan kejahatan.

Sementara, Romeo and Juliet ber-genre drama percintaan, dengan situasi dramatis mengenai kisah kasih yang tak sampai.

Intinya, genre apapun bisa diceritakan dengan baik, bila memiliki drama dan situasi dramatis.

Karakter

Secara harfiah, para karakter adalah para pembawa cerita. Karena itu, mereka harus tampil meyakinkan. Bila tidak, cerita akan gagal “dibeli” penonton.

Setiap karakter harus punya fungsi yang jelas. Bila tidak, ia hanya akan jadi bagian dari komposisi gambar.

BACA JUGA:  Tips Membuat Skenario Film yang Menarik

Untuk memastikan karakter yang dibuat “bernyawa”, kita bisa memulainya dengan membuat semacam biografi, dari karakter rekaan itu. Kita bisa memulai dari hal yang mendasar, seperti berapa usianya, apa jenis kelaminnya, apa hobinya, apa yang disukainya, apa yang dibencinya, bagaimana ia bereaksi terhadap hal yang dibenci atau disukainya, bagaimana cara ia bicara, dan seterusnya.

Bila perlu lebih rinci, kita bisa melakukan riset. Saat kita merasa karakter itu “hidup”, biasanya, itulah saat yang paling seru, untuk kita mulai menceritakan mereka.

Cerita atau Alur Cerita

Cerita selalu terbagi menjadi bagian awal, tengah, akhir. Bagian awal memperkenalkan penonton pada karakter utama dan permasalahannya (sekitar 15 menit pertama).

Bagian tengah memperlihatkan cara si karakter mengatasi masalahnya (sekitar 15 menit sampai 75 menit). Bagian akhir merangkum hasil perjuangan si karakter (sekitar 25 menit terakhir).

Hal umum bagi produser untuk bertanya ke seorang penulis, yang mencoba menjual sebuah ide cerita atau skenario. Produser biasanya bertanya, “Cerita ini tentang apa?”

Biasanya, semakin singkat sang penulis menggambarkan ceritanya, hal itu semakin baik.

BACA JUGA: Rahasia Menulis Skenario Film ala Raditya Dika

Di titik awal, hal yang paling penting adalah kejelasan sebuah cerita. Penulis harus mampu menentukan kapan cerita dimulai dan kapan berakhir.

Demikian, empat unsur dalam skenario. Semoga bermanfaat.

unsur dalam skenario

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *