4 Persiapan Sebelum Wawancara

Posted on Jurnalistik 186

Persiapan sebelum wawancara bertujuan supaya jurnalis fokus, selama melakukan wawancara. Hal tersebut penting karena wawancara merupakan salah satu bagian utama, dalam pembuatan berita.

Sehingga, hal-hal teknis yang berpotensi mengganggu wawancara, sebisa mungkin, harus diminimalisasi. Karena itu, jurnalis harus benar-benar menyiapkan semua hal dengan baik, yang akan diperlukan selama wawancara.

BACA JUGA: 5W+1H, Unsur Berita dari Rudyard Kipling

Berikut 4 hal yang perlu disiapkan sebelum wawancara.

  1. Alat Tulis

Di zaman modern ini, di mana gawai telah ‘bertebaran’, alat tulis mungkin terdengar kuno. Hal tersebut pun saya alami saat melakukan liputan.

Jumlah jurnalis yang masih ‘setia’ membawa pena dan kertas catatan, tinggal hitungan jari. Rata-rata, jurnalis saat ini telah mengandalkan gawai, termasuk untuk mencatat ucapan narasumber.

Meski begitu, saya berpikir, alat tulis tetap penting untuk dibawa, setidaknya sebuah pena. Dan pada kenyataannya, saya menggunakan pena tersebut pada beberapa kesempatan wawancara.

Hal itu salah satunya terjadi saat saya mewawancarai seorang narasumber di pemerintahan. Ketika wawancara berlangsung, ia mencetak beberapa lembar data. Setengah dari jumlah data yang dicetak, ia serahkan kepada saya.

Sambil membaca data, ia pun menjelaskan satu demi satu isi dalam data. Di sanalah, pena saya bekerja.

Saya memberi catatan pada poin-poin penting di data saya, berdasarkan penjelasan narasumber tersebut. Dengan cara tersebut, saya mendapat penjelasan yang sangat gamblang, selama saya melakukan wawancara saat itu.

  1. Alat Rekam

Seperti alat tulis, mayoritas jurnalis saat ini pun mengandalkan gawai, yang bisa berfungsi sebagai alat rekam.

Alat rekam dibutuhkan sebagai bukti wawancara yang telah dilakukan. Sehingga ketika terjadi masalah pada masa mendatang, misalnya narasumber tidak mengakui pernyataannya yang telah ditulis dalam berita, kita punya bukti ucapannya.

Selain itu, alat rekam sangat bermanfaat pada wawancara door stop atau wawancara cegat pintu. Di mana pada posisi itu, biasanya jurnalis, yang jumlahnya bisa mencapai puluhan, berkerumun.

Tentu, mengandalkan alat tulis bisa menjadi sangat tidak memadai. Apalagi, jika posisi kita tidak terlalu dekat dengan narasumber. Sehingga, ucapan narasumber tidak terlalu terdengar.

  1. Daftar Pertanyaan

Untuk mendapatkan informasi dengan topik tertentu, seorang jurnalis perlu memberikan pertanyaan-pertanyaan terarah, sesuai topik yang akan diberitakan. Dan untuk memberikan pertanyaan-pertanyaan terarah, keberadaan draf pertanyaan tentu menjadi penting.

Draf pertanyaan sebisa mungkin dibuat dengan lengkap. Hal itu supaya informasi yang akan disajikan ke masyarakat juga lengkap.

Penyusunan draf pertanyaan sebaiknya dari hal terpenting ke kurang penting. Hal itu untuk mengantisipasi kondisi wawancara yang belum diketahui.

Jika ternyata wawancara harus berlangsung cegat pintu, dengan waktu terbatas, maka pertanyaan-pertanyaan terpenting bisa langsung diajukan.

  1. Tentang Narasumber

Informasi mengenai narasumber yang akan diwawancarai, menjadi bagian hal yang perlu diketahui seorang jurnalis. Hal itu bertujuan untuk memudahkan proses wawancara.

Informasi tentang narasumber yang perlu diketahui antara lain nomor telepon, lokasi kantor, dan hobi. Jurnalis patut mendapatkan informasi ketiga hal itu bagi narasumber yang baru akan ditemui, atau dengan kata lain, sama sekali belum pernah bertemu.

Dengan memiliki nomor telepon narasumber, jurnalis akan mudah membuat janji untuk melakukan wawancara. Mengetahui lokasi kerja narasumber akan memudahkan pelaksanaan wawancara. Sebab umumnya, seseorang menjadi narasumber karena kapasitasnya dalam pekerjaannya.

Sementara, hobi narasumber merupakan informasi awal yang bertujuan sebagai pembuka ‘obrolan’. Sehingga, wawancara dapat berlangsung dalam suasana hangat.

BACA JUGA: Menggelar Konferensi Pers, Perhatikan Waktu dan Tempat

Demikian, 4 persiapan sebelum wawancara. Dengan persiapan yang mumpuni, hasil wawancara tentu diharapkan menjadi baik.

Wawancara merupakan salah satu proses awal dalam pembuatan berita. Meski begitu,  hasil wawancara mampu menentukan hasil berita yang dibuat. Karena itu, persiapan sebelum wawancara perlu mendapat perhatian. Supaya, hal itu dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.

Persiapan sebelum wawancara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *