4 Langkah Sederhana Menjadi Penulis

Ada banyak cara untuk menjadi seorang penulis. Empat langkah sederhana menjadi penulis yang akan saya sampaikan ini, merupakan pengalaman saya pribadi saat belajar menulis.

Keempat langkah tersebut tidak serta merta saya pelajari sekaligus. Keempat langkah tersebut merupakan rangkuman dari banyak pelajaran yang saya dapat saat belajar menulis.

Pelajaran-pelajaran tersebut pun tidak diberikan dalam satu kesempatan. Pelajaran-pelajaran itu berasal dari banyak mentor saya pada beragam kesempatan.

BACA JUGA: Belajar Menulis dengan Bicara

Ada pelajaran yang saya dapatkan saat saya belajar baca Quran. Ada juga pelajaran yang saya dapatkan dari pelatihan-pelatihan menulis.

Atau, pelajaran yang saya cerna dari obrolan-obrolan santai. Bahkan, ada pelajaran yang saya dapatkan sewaktu mengikuti pelatihan kerja.

Tanpa panjang lebar lagi, ini empat langkah sederhana menjadi penulis versi saya.

  1. Luangkan waktu 30 menit sehari

Sebuah filosofi Jepang menyebutkan, “Seribu langkah dimulai dari langkah pertama.” Saya memaknai filosofi tersebut bahwa jika ingin mewujudkan mimpi, maka mulailah untuk merealisasikannya menjadi kenyataan.

Tetapi, Anda tak perlu langsung melakukan hal besar. Lakukanlah dengan hal kecil, selangkah demi selangkah hingga tercapai seribu langkah.

Maka, jika Anda ingin menjadi penulis, mulailah untuk belajar menulis secara bertahap, selangkah demi selangkah. Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah meluangkan waktu selama 30 menit setiap hari.

Menurut saya, jumlah waktu tersebut belum ideal. Seharusnya, Anda bisa meluangkan waktu selama minimal 2 jam dalam sehari. Tetapi untuk tahap awal, 30 menit sudah cukup.

Bagaimana kalau kurang dari 30 menit?

Sebenarnya, hal itu tidak masalah. Meski begitu, dengan semakin sedikit waktu yang ingin Anda luangkan, hal itu justru memperlihatkan Anda tidak memiliki keseriusan untuk belajar menulis.

Seperti saya sebutkan sebelumnya, idealnya Anda meluangkan waktu 2 jam sehari. Tetapi untuk permulaan, 30 menit sudah cukup.

Lalu, apa yang harus dilakukan selama 30 menit itu?

Untuk menjawab pertanyaan itu, kita beralih ke poin berikutnya.

  1. Membiasakan membaca

Dari waktu 30 menit yang Anda luangkan setiap harinya, 15 menit di antaranya bisa Anda gunakan untuk membaca.

Jika Anda terlalu sibuk beraktivitas dari pagi sampai malam, maka biasakanlah membaca sebelum tidur. Meskipun Anda tidak sibuk seharian, saya sebenarnya menyarankan untuk membaca sebelum tidur. Jika perlu, membaca sampai ketiduran.

BACA JUGA: 5 Unsur Kalimat dan Kesalahan dalam Penulisan

Buat saya, dengan kondisi suasana malam yang tenang sebelum tidur, saya bisa lebih fokus membaca. Bahkan ketika akhirnya saya tidak lagi konsenstrasi karena mengantuk, tetapi saat awal membuka buku atau internet, saya tetap memiliki fokus untuk mulai membaca.

Apa yang harus dibaca?

Segala macam bacaan boleh Anda baca. Karena, tujuan Anda membaca adalah mengumpulkan bahan. Dengan memiliki bahan yang memadai, Anda bisa menulis banyak hal. Ingat, hasil akhir yang ingin Anda raih adalah menjadi seorang penulis.

Tetapi untuk bisa meramu tulisan, Anda membutuhkan berbagai macam bahan yang sesuai. Dan, membaca adalah salah satu proses untuk mengumpulkan bahan-bahan tersebut.

Meskipun Anda diperkenankan membaca berbagai macam bacaan, untuk permulaan, saya menyarankan supaya Anda membaca novel atau cerpen.

Sebab, banyak hal bisa Anda pelajari dari membaca novel atau cerpen. Seperti, alur cerita, pembentukan karakter tokoh, gaya bahasa, variasi diksi, dan lain-lain.

Setiap pengarang novel atau cerpen memiliki karakter khas yang berbeda-beda. Dengan membaca beragam novel, Anda tentunya bisa belajar lebih banyak hal.

  1. Rutin menulis

Setelah terbiasa membaca, Anda bisa menggunakan sisa waktu 15 menit, dari 30 menit yang Anda luangkan setiap hari, untuk mulai menulis.

Masih bingung apa yang harus ditulis?

Cobalah untuk membuat resume dari bacaan yang Anda baca. Buat rangkumannya atau tulis ulang.

Jika sudah menguasai hal tersebut, Anda bisa naik ke tahap berikutnya. Anda bisa mencoba menentukan tema yang ingin Anda tulis.

Tentunya, sebelum menulis, Anda kumpulkan dulu bahan bacaan terkait tema, dan baca. Baru kemudian, Anda bisa mulai menulis.

Jika saya menyarankan waktu untuk membaca adalah malam hari sebelum tidur, untuk menulis, saya sarankan untuk melakukannya pagi hari, setelah bangun tidur.

Hal itu bertujuan supaya pikiran Anda masih segar saat menulis. Setelah istirahat cukup dengan tidur, bahan bacaan yang Anda baca sebelum tidur, bisa Anda cerna dengan mudah sebelum mulai menulis.

Pikiran yang segar sangat dibutuhkan saat menulis. Berbeda dengan membaca, menulis memiliki taraf kesulitan lebih tinggi. Sehingga, Anda diharapkan mempunyai pikiran yang lebih fokus saat menulis.

  1. Konsisten

Terakhir, langkah sederhana menjadi penulis adalah konsisten menerapkan tiga langkah di atas. Anda bisa memasang target untuk melakukan hal tersebut dalam tiga hari, satu minggu, satu bulan, satu tahun, dan seterusnya.

Hal yang terpenting, jangan berhenti. Anda perlu melakukan tiga kegiatan di atas secara kontinu, secara terus menerus.

BACA JUGA: Membuat Kerangka Karangan hingga Menjadi Tulisan

Ingat filosofi Jepang yang saya ungkapkan di awal artikel ini, “Seribu langkah dimulai dari langkah pertama.”

Meski begitu, seribu langkah tak akan terwujud jika Anda hanya melangkah sekali, atau sepuluh kali, atau seratus kali, lalu berhenti.

Sampai di sini, saya akhiri artikel empat langkah sederhana menjadi penulis ini dengan mengucapkan selamat mencoba.

langkah sederhana menjadi penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *