2 Unsur Pembentuk Film

Posted on Film 1610

Tanpa disadari, setiap membicarakan film, kita akan selalu membahas unsur pembentuk film. Biasanya, pembicaraan berawal dari pertanyaan, apa yang membuat Anda tertarik dari film yang Anda tonton?

Dan, pembahasan pun dimulai. Ada orang yang menyukai alur cerita film. Ada orang yang mengagumi tata suara. Ada pula orang yang tertarik dengan adegan-adegan yang ditampilkan.

BACA JUGA: Dibalik Pelajaran Fenomenal Ini Budi

Semua hal tersebut sebenarnya merupakan unsur-unsur pembentuk film. Secara umum, unsur pembentuk film terbagi dua, yakni unsur naratif dan unsur sinematik.

Mengutip Himawan Pratista dalam Buku Memahami Film, dua unsur itu saling berinteraksi dan berkesinambungan satu sama lain, untuk membentuk sebuah film.

Setiap unsur pembentuk film tersebut tidak dapat membentuk film, jika hanya berdiri sendiri. Unsur naratif serupa materi yang akan diolah. Sementara, unsur sinematik adalah cara untuk mengolahnya.

Unsur Naratif

Unsur naratif adalah perlakuan terhadap cerita film. Unsur naratif berhubungan dengan aspek cerita atau tema film. Unsur naratif selalu ada pada film cerita.

Setiap cerita memiliki elemen pembentuk cerita berupa tokoh, konflik, lokasi, waktu, dan lain-lain.

Secara keseluruhan, elemen-elemen tersebut membentuk unsur naratif. Elemen-elemen tersebut saling berinteraksi dan berkesinambungan satu sama lain, untuk membentuk sebuah jalinan peristiwa, yang memiliki maksud dan tujuan.

Seluruh peristiwa tersebut terikat sebuah aturan, yakni hukum kausalitas (logika sebab akibat).

Unsur Sinematik

Unsur sinematik merupakan aspek-aspek teknis pembentuk film. Unsur sinematik terbagi menjadi empat elemen pokok, yakni mise-en-scene, sinematografi, penyuntingan atau editing, dan suara. Masing-masing elemen tersebut saling berinteraksi untuk membentuk gaya sinematik yang utuh.

Mise-en-scene adalah segala hal yang berada di depan kamera. Mise-en-scene memiliki empat elemen pokok, yaitu setting atau latar, tata cahaya, kostum dan make up, serta akting dan pergerakan pemain.

Sinematografi adalah perlakuan terhadap kamera dan film, serta hubungan antara kamera dengan obyek yang diambil.

BACA JUGA: Rahasia Menulis Skenario Film ala Raditya Dika

Sementara, penyuntingan atau editing adalah transisi sebuah gambar ke gambar lain. Terakhir, suara adalah segala dalam film yang mampu ditangkap melalui indra pendengaran.

Keberhasilan pembuatan sebuah film memang tergantung pada penerapan unsur pembentuk film. Meski begitu, pengolahan unsur pembentuk film sangat bergantung pada kemampuan masing-masing sineas.

Sumber: Himawan Pratista dalam Buku Memahami Film (2008)

Unsur Pembentuk Film

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *