11 Kesalahan Penulisan Kata, H yang Hilang

Kesalahan penulisan kata biasanya muncul karena adanya “perbedaan” dalam bahasa lisan dan tulisan. Perbedaan yang dimaksud lebih pada cara pengucapan, yang sebenarnya tidak tepat atau keliru, dalam bahasa lisan.

Kekeliruan dalam pengucapan kata pada bahasa lisan kemungkinan terjadi karena kebiasaan. Kebiasaan itu bisa muncul dari dalam keluarga maupun lingkungan.

Bahayanya, cara pengucapan yang keliru tersebut terkadang turut dilakukan saat menulis.

Dalam bahasa lisan, aturan pengucapan kata memang lebih longgar dibanding bahasa tulis. Sehingga meskipun sebuah kata kurang tepat diucapkan, selama lawan bicara mampu memahami maksud pesan yang disampaikan, hal tersebut tidak menjadi persoalan.

Membuat Tulisan Deskripsi

Sementara dalam bahasa tulis, terutama terkait urusan formal, aturan dalam penulisan kata lebih ketat. Alhasil, kesalahan penulisan kata bisa memiliki risiko, yang paling minim adalah kenyamanan membaca menjadi terganggu. Sementara risiko terbesar, pesan yang ingin disampaikan penulis, dimaknai keliru oleh pembaca.

Artikel ini akan memaparkan kesalahan penulisan kata, yang berhubungan dengan huruf H. Sebenarnya, ada dua bentuk kesalahan penulisan kata yang berhubungan dengan huruf H.

Pertama, kata yang dalam bahasa lisan diucapkan tanpa menyertai huruf H. Padahal dalam bahasa tulisan, kata tersebut ditulis menggunakan huruf H. Contohnya, kata “hilang”. Di mana dalam bahasa lisan, kata itu kerap diucapkan “ilang”, tanpa huruf H.

Kesalahan kedua muncul berkebalikan. Kata yang dalam bahasa lisan diucapkan menggunakan huruf H. Padahal dalam bahasa tulisan, kata tersebut ditulis tanpa huruf H.

jenis karangan

Artikel ini akan memberikan contoh 11 kata yang diucapkan menggunakan huruf H. Meski sebenarnya, kata tersebut ditulis tanpa menyertai huruf H.

Sebagai pelengkap, arti dari setiap kata tersebut juga akan disampaikan. Arti dari setiap kata itu merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, yang diunduh pada 16 April 2017.

Berikut, 11 kesalahan penulisan kata karena menggunakan huruf H saat diucapkan.

  1. Adang

Kata “adang” dalam bahasa tulisan kerap diucapkan “hadang” pada bahasa lisan. Kata “adang” berarti menghalangi, misalnya dilakukan terhadap orang berjalan. Adang juga bermakna menunggu di tempat sunyi, yang biasanya untuk maksud jahat, semisal membunuh, merampok, dan sebagainya. Selain itu, kata “adang” pun memiliki arti mencegat, menuju, memaksudkan, menghadapi, dan menantang bahaya.

  1. Andal

Kata “andal” dalam bahasa tulisan kerap diucapkan “handal” pada bahasa lisan. Kata “andal” berarti dapat dipercaya atau memberikan hasil yang sama ada ujian atau percobaan yang berulang.

  1. Embus

Kata “embus” dalam bahasa tulisan kerap diucapkan “hembus” pada bahasa lisan. Kata “embus” berarti bertiup. Arti berikutnya adalah keluar ditiupkan, yang berhubungan dengan napas, udara dari mulut, dan sebagainya.

  1. Entak

Kata “entak” dalam bahasa tulisan kerap diucapkan “hentak” pada bahasa lisan. Kata “entak” memiliki arti menginjak kuat-kuat. Arti kedua dari kata tersebut adalah menusuk atau menikam.

  1. Imbau

Kata “imbau” dalam bahasa tulisan kerap diucapkan “himbau” pada bahasa lisan. Kata “imbau” berarti memanggil atau menyebut nama orang. Kata “imbau” juga berarti meminta dengan sungguh-sungguh atau mengajak.

promosi kuliner menggunakan tulisan deskripsi

  1. Isap

Kata “isap” dalam bahasa tulisan kerap diucapkan “hisap” pada bahasa lisan. Kata “isap” mempunyai arti memasukkan dengan kekuatan hawa, menarik masuk hingga meresap, menghirup, atau menyedot.

  1. Rapi

Kata “rapi” dalam bahasa tulisan kerap diucapkan “rapih” pada bahasa lisan. Kata “rapi” memiliki arti baik, teratur, dan bersih, serta apik. Arti berikutnya adalah teratur baik atau tertib. Arti ketiga kata tersebut adalah serba beres dan menyenangkan. Sementara, arti keempatnya adalah siap sedia atau siaga. Adapun, arti terakhir adalah sebagaimana mestinya atau tidak asal saja.

  1. Risi

Kata “risi” dalam bahasa tulisan kerap diucapkan “risih” pada bahasa lisan. Kata “risi” berarti berasa jijik. Kata “risi” juga berarti merasa malu. Arti terakhir kata “risi” adalah merasa tersinggung.

  1. Sila

Kata “sila” maupun “silakan” dalam bahasa tulisan kerap diucapkan “silah” atau “silahkan” pada bahasa lisan. Kata tersebut memiliki arti sudilah kiranya.

telunjukjempol.com

  1. Utang

Kata “utang” dalam bahasa tulisan kerap diucapkan “hutang” pada bahasa lisan. Kata “utang” mempunyai arti uang yang dipinjam dari orang lain. Arti lain kata tersebut adalah kewajiban membayar kembali apa yang sudah diterima.

  1. Zina

Kata “zina” dalam bahasa tulisan kerap diucapkan “zinah” pada bahasa lisan. Kata itu berarti perbuatan bersanggama antara laki-laki dan perempuan yang tidak terikat hubungan pernikahan. Arti lain kata tersebut adalah perbuatan bersanggama seorang laki-laki yang terikat perkawinan dengan seorang perempuan yang bukan istrinya, atau seorang perempuan yang terikat perkawinan dengan seorang laki-laki yang bukan suaminya.

Demikian, 11 kesalahan penulisan kata karena menggunakan huruf H saat diucapkan. Padahal dalam bahasa tulis, kata-kata tersebut seharusnya ditulis tanpa huruf H.

kesalahan penulisan kata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *